Minggu, 28 Desember 2025

Panduan Praktikum Sifat Koligatif Larutan Lengkap (Download LKPD + Laporan)

Selamat datang sobat Cerdas Bersama Kimia! Pernahkah kalian memperhatikan penjual es puter tradisional yang memutar-mutar gerobak tabungnya? Atau mengapa air laut tidak mudah membeku dibandingkan air sungai? Fenomena ini erat kaitannya dengan topik yang akan kita bahas hari ini, yaitu praktikum sifat koligatif larutan.

Dalam artikel ini, kita tidak hanya akan membahas teori, tetapi juga langkah kerja praktikum sederhana yang bisa dilakukan di laboratorium sekolah maupun di rumah, serta analisis perhitungannya.

A. Landasan Teori Sifat Koligatif

Sebelum masuk ke prosedur praktikum, kita harus memahami konsep dasarnya. Sifat koligatif adalah sifat fisik larutan yang unik karena tidak bergantung pada jenis zat terlarutnya.

Definisi Sifat Koligatif Larutan adalah sifat larutan yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut per satuan volume pelarut, dan tidak bergantung pada jenis zat terlarut tersebut.

Ada empat sifat utama, namun dalam praktikum kali ini kita akan memfokuskan pada dua sifat: Penurunan Titik Beku (\(\Delta T_f\)) dan Kenaikan Titik Didih (\(\Delta T_b\)).

$$ \Delta T_f = K_f \cdot m \cdot i $$
$$ \Delta T_b = K_b \cdot m \cdot i $$

Keterangan:

  • \( m \) = Molalitas larutan
  • \( K_f / K_b \) = Tetapan penurunan titik beku / kenaikan titik didih molal
  • \( i \) = Faktor Van't Hoff (untuk larutan elektrolit)

B. Prosedur Praktikum: Pembuatan Es Puter (Penurunan Titik Beku)

Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa penambahan zat terlarut (garam kasar) dapat menurunkan titik beku air sehingga mampu membekukan adonan es krim.

Alat dan Bahan

  • Baskom besar
  • Kaleng biskuit bekas / tabung stainless
  • Es batu yang sudah dihancurkan
  • Garam kasar (Garam Grosok)
  • Susu cair/santan (bahan es krim)
  • Termometer

Langkah Kerja

  1. Siapkan adonan susu/santan dalam kaleng, tutup rapat.
  2. Masukkan kaleng ke dalam baskom.
  3. Isi ruang kosong antara kaleng dan baskom dengan pecahan es batu.
  4. Taburkan garam kasar secara merata ke atas es batu (perbandingan es dan garam kira-kira 4:1).
  5. Ukur suhu campuran es dan garam menggunakan termometer (suhu harus turun drastis di bawah 0°C).
  6. Putar kaleng terus menerus selama 15-20 menit hingga adonan di dalam membeku.

C. Contoh Perhitungan Data

Mari kita analisis data percobaan kenaikan titik didih menggunakan contoh soal berikut untuk laporan kalian.

Soal Analisis

Sebanyak 11,7 gram NaCl (Mr = 58,5) dilarutkan dalam 500 gram air. Jika \(K_b\) air = 0,52 °C/m, tentukan titik didih larutan tersebut!

Penyelesaian

Diketahui:

  • Massa NaCl = 11,7 gram
  • Massa pelarut (p) = 500 gram
  • Mr NaCl = 58,5
  • \(K_b\) air = 0,52 °C/m
  • NaCl adalah elektrolit kuat (\(n=2\)), maka \(i = 2\).

Ditanya: Titik didih larutan (\(T_b\))?

Jawab:

Langkah 1: Hitung Molalitas (\(m\))

$$ m = \frac{gram}{Mr} \times \frac{1000}{p} $$ $$ m = \frac{11,7}{58,5} \times \frac{1000}{500} $$ $$ m = 0,2 \times 2 = 0,4 \, \text{molal} $$

Langkah 2: Hitung Kenaikan Titik Didih (\(\Delta T_b\))

$$ \Delta T_b = K_b \times m \times i $$ $$ \Delta T_b = 0,52 \times 0,4 \times 2 $$ $$ \Delta T_b = 0,416 \, ^\circ\text{C} $$

Langkah 3: Hitung Titik Didih Akhir

$$ T_b = T_b^\circ + \Delta T_b $$ $$ T_b = 100 + 0,416 = 100,416 \, ^\circ\text{C} $$

D. Download LKPD Praktikum

Bagi kalian yang membutuhkan panduan lengkap dalam bentuk dokumen siap cetak sifat koligatif larutan untuk tugas sekolah, silakan unduh file di bawah ini.

[Iklan Responif Adsense Disini]
File sedang disiapkan... Mohon tunggu 15 detik.
[Iklan Responif Adsense Disini]

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Mengapa harus menggunakan garam kasar, bukan garam dapur halus?
Garam kasar (garam krosok) lebih ekonomis dan butirannya yang besar membuat proses pelarutan berlangsung lebih perlahan namun stabil, menjaga suhu dingin bertahan lebih lama dibandingkan garam halus yang cepat larut.
Apa fungsi penambahan garam pada es batu?
Garam berfungsi mengganggu pembentukan kristal es dan menurunkan titik beku air. Hal ini menyebabkan es mencair tapi suhunya turun drastis (bisa mencapai -10°C hingga -20°C), yang cukup dingin untuk membekukan adonan es krim.
Mengapa Faktor Van't Hoff (i) penting dalam perhitungan?
Untuk larutan elektrolit (seperti garam/NaCl), zat terlarut terurai menjadi ion-ion. Jumlah partikel menjadi lebih banyak dibandingkan larutan non-elektrolit (seperti gula) pada konsentrasi yang sama, sehingga efek sifat koligatifnya lebih besar.

Sabtu, 27 Desember 2025

Sifat Keperiodikan Unsur: Materi Lengkap, Contoh Soal & Kuis (Update 2025)

Halo Sobat Kimia! Setelah kita tahu alamat unsur (Golongan dan Periode), sekarang kita akan mempelajari "karakter" dari penghuni alamat tersebut. Dalam Kimia, karakter ini disebut Sifat Keperiodikan Unsur.

Mengapa disebut periodik? Karena sifat-sifat ini berubah secara teratur sesuai dengan kenaikan nomor atom. Ada empat sifat utama yang wajib kalian kuasai: Jari-jari Atom, Energi Ionisasi, Afinitas Elektron, dan Keelektronegatifan. Mari kita bahas satu per satu dengan logika sederhana!


1. Jari-jari Atom (Atomic Radius)

Bayangkan atom seperti bola. Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai ke kulit terluar yang ditempati elektron.

Definisi: Jarak antara inti atom dengan elektron pada kulit terluar.

Tren dalam Tabel Periodik:

  • Dalam satu Golongan (Atas ke Bawah): Jari-jari semakin BESAR.
    Alasan: Jumlah kulit bertambah. Semakin banyak lapisan kulit (seperti bawang), ukuran atom semakin besar.
  • Dalam satu Periode (Kiri ke Kanan): Jari-jari semakin KECIL.
    Alasan: Jumlah kulit sama, tapi muatan inti (proton) bertambah. Tarikan inti terhadap elektron semakin kuat, sehingga kulit "mengerut" mendekat ke inti.
$$ \text{Jari-jari } \propto \text{Jumlah Kulit} $$ $$ \text{Jari-jari } \propto \frac{1}{\text{Muatan Inti Efektif}} $$

2. Energi Ionisasi (Ionization Energy)

Sifat ini berkaitan dengan seberapa sulit kita "mencuri" elektron dari suatu atom.

[Image of Ionization energy trend graph]
Definisi: Energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari atom netral dalam wujud gas.

Logika Tren:

Semakin dekat elektron ke inti (jari-jari kecil), semakin kuat ia dipegang oleh inti. Maka, semakin susah dilepas (energi ionisasi besar).

  • Golongan (Atas ke Bawah): Semakin KECIL (makin mudah lepas karena jauh dari inti).
  • Periode (Kiri ke Kanan): Semakin BESAR (makin sulit lepas karena ditarik kuat oleh inti).

Penyimpangan: Golongan IIA dan VA memiliki energi ionisasi yang lebih tinggi dari tetangga sebelah kanannya karena kestabilan orbital penuh (\(s^2\)) dan setengah penuh (\(p^3\)).


3. Afinitas Elektron (Electron Affinity)

Kebalikan dari energi ionisasi, ini adalah energi yang terlibat saat atom "menerima" elektron.

Definisi: Perubahan energi yang terjadi ketika atom netral dalam wujud gas menangkap elektron untuk membentuk ion negatif.
  • Nilai Negatif: Artinya melepaskan energi (eksoterm). Semakin negatif, semakin mudah atom menerima elektron (semakin stabil menjadi ion negatif).
  • Tren Umum: Kanan atas tabel periodik (Golongan VIIA) memiliki afinitas elektron terbesar (paling mudah menangkap elektron).

4. Keelektronegatifan (Electronegativity)

Sifat ini sangat penting nanti saat kita belajar Ikatan Kimia (Kovalen Polar/Nonpolar).

Definisi: Kecenderungan suatu atom untuk menarik pasangan elektron ikatan ke arah dirinya.

Skala Pauling:

Linus Pauling membuat skala dari 0,7 sampai 4,0.

  • Unsur paling elektronegatif: Fluorin (F) dengan nilai 4,0.
  • Unsur paling elektropositif: Fransium (Fr) dengan nilai 0,7.
  • Gas Mulia: Umumnya dianggap tidak memiliki keelektronegatifan karena sudah stabil.

Ringkasan: Trik Hafalan Cepat

Hukum "Kanan-Atas"

Semakin ke Kanan dan semakin ke Atas, maka:

  • Jari-jari atom: Semakin Kecil
  • Ionisasi (Energi): Semakin Besar
  • Afinitas Elektron: Semakin Besar
  • Keelektronegatifan: Semakin Besar

Kesimpulan: Hanya Jari-jari atom yang beda sendiri (Kiri-Bawah paling besar). Sisanya (I, A, K) mengikuti tren yang sama.


5 Contoh Soal dan Pembahasan Sifat Keperiodikan

Contoh 1: Membandingkan Jari-jari Atom

Diketahui unsur Natrium (\(_{11}\text{Na}\)) dan Magnesium (\(_{12}\text{Mg}\)) berada dalam satu periode. Tentukan mana yang memiliki jari-jari atom lebih kecil?

Jawab:
Unsur Na dan Mg berada di Periode 3. Dalam satu periode, dari kiri (Na) ke kanan (Mg), jari-jari atom semakin kecil.
Hal ini karena muatan inti Mg (12 proton) lebih kuat menarik elektron dibandingkan Na (11 proton), sehingga kulit atom Mg lebih mengerut.
Kesimpulan: Jari-jari \( \text{Mg} < \text{Na} \).

Contoh 2: Jari-jari Ion vs Atom Netral

Manakah yang memiliki ukuran lebih kecil: atom Klorin netral (\( \text{Cl} \)) atau ion Klorida (\( \text{Cl}^- \))?

Jawab:
Ketika atom netral menangkap elektron menjadi anion (ion negatif), gaya tolak-menolak antar elektron bertambah, sehingga awan elektron mengembang.
Kesimpulan: \( \text{Cl} \) (Atom Netral) lebih kecil daripada \( \text{Cl}^- \) (Anion).

Contoh 3: Urutan Energi Ionisasi

Urutkan unsur-unsur berikut berdasarkan kenaikan energi ionisasinya: \( \text{Li}, \text{Na}, \text{K} \) (Golongan I A).

Jawab:
Dalam satu golongan (dari atas ke bawah: Li - Na - K), jari-jari atom semakin besar. Semakin jauh elektron dari inti, tarikannya makin lemah, sehingga energi untuk melepasnya (Energi Ionisasi) makin kecil.
Maka urutan EI dari terkecil ke terbesar (bawah ke atas):
Jawaban: \( \text{K} < \text{Na} < \text{Li} \).

Contoh 4: Keelektronegatifan

Antara unsur \( \text{F} \) (Fluorin) dan \( \text{Cl} \) (Klorin), manakah yang lebih kuat menarik elektron ikatan?

Jawab:
F dan Cl ada di golongan VII A. F berada di atas Cl. Sifat keelektronegatifan semakin besar dari bawah ke atas. Selain itu, F adalah unsur paling elektronegatif di tabel periodik (Skala Pauling 4.0).
Jawaban: Fluorin (F).

Contoh 5: Afinitas Elektron Terbesar

Mengapa unsur golongan Halogen (VII A) memiliki afinitas elektron yang sangat besar (sangat negatif)?

Jawab:
Unsur Halogen memiliki konfigurasi elektron valensi \( ns^2 np^5 \). Mereka hanya butuh 1 elektron lagi untuk mencapai kestabilan oktet (seperti gas mulia). Oleh karena itu, mereka sangat "bernafsu" menangkap elektron dan melepaskan energi yang besar saat proses tersebut terjadi.


🎯 Kuis Sifat Keperiodikan Unsur

Uji pemahamanmu tentang tren tabel periodik!

1. Apa yang dimaksud dengan jari-jari atom?

A. Jarak antara dua inti atom
B. Jarak dari inti ke kulit terluar
C. Energi untuk melepas elektron
D. Kekuatan menarik elektron
E. Massa atom rata-rata

2. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom cenderung...

A. Semakin kecil
B. Semakin besar
C. Tetap
D. Tidak beraturan
E. Semakin kecil lalu membesar

3. Energi minimum yang dibutuhkan untuk melepas elektron dari atom netral disebut...

A. Afinitas Elektron
B. Keelektronegatifan
C. Energi Ionisasi
D. Energi Kinetik
E. Energi Potensial

4. Unsur yang memiliki energi ionisasi terbesar dalam satu periode terletak di golongan...

A. I A (Alkali)
B. II A (Alkali Tanah)
C. VII A (Halogen)
D. VIII A (Gas Mulia)
E. Transisi

5. Unsur dengan keelektronegatifan terbesar (4.0) adalah...

A. Oksigen (O)
B. Klorin (Cl)
C. Fluorin (F)
D. Natrium (Na)
E. Helium (He)

6. Manakah pernyataan yang benar mengenai ukuran ion?

A. Kation (+) selalu lebih besar dari atom netralnya
B. Anion (-) selalu lebih kecil dari atom netralnya
C. Kation (+) selalu lebih kecil dari atom netralnya
D. Ukuran ion sama dengan atom netral
E. Ion gas mulia paling besar

7. Afinitas elektron bertanda negatif artinya...

A. Energi diserap saat menerima elektron
B. Energi dilepaskan saat menerima elektron
C. Atom tidak mau menerima elektron
D. Atom berubah menjadi kation
E. Elektron valensi berkurang

8. Dalam satu periode dari kiri ke kanan, keelektronegatifan cenderung...

A. Semakin kecil
B. Semakin besar
C. Tetap
D. Turun lalu naik
E. Tidak dapat ditentukan

9. Mengapa energi ionisasi Golongan IIA (seperti Mg) lebih tinggi dari Golongan IIIA (seperti Al)?

A. Karena jari-jari Mg lebih besar
B. Karena Al bersifat logam
C. Karena Mg memiliki orbital s penuh yang stabil
D. Karena Al memiliki lebih banyak neutron
E. Ini adalah anomali tanpa sebab

10. Sifat manakah yang TIDAK bertambah besar jika kita bergerak ke Kanan Atas tabel periodik?

A. Energi Ionisasi
B. Afinitas Elektron
C. Keelektronegatifan
D. Jari-jari Atom
E. Daya tarik inti

FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan

Apa bedanya Afinitas Elektron dan Keelektronegatifan?

Afinitas Elektron adalah besaran energi (Joule/mol) saat atom tunggal menerima elektron. Sedangkan Keelektronegatifan adalah nilai kecenderungan (skala relatif tanpa satuan) saat atom sudah berikatan dengan atom lain.

Mengapa Gas Mulia punya Energi Ionisasi terbesar?

Karena konfigurasi elektron gas mulia sudah sangat stabil (oktet/duplet). Sangat sulit untuk memaksa gas mulia melepaskan elektronnya, sehingga butuh energi yang sangat besar.

Bagaimana cara membandingkan jari-jari ion positif dan negatif?

$$ \text{Kation (+)} < \text{Atom Netral} < \text{Anion (-)} $$
Kation lebih kecil karena kehilangan kulit atau tarikan inti lebih kuat. Anion lebih besar karena tolakan antar elektron bertambah.

[Kode Iklan Disini]

Download Modul Rangkuman Bab Struktur Atom

Dapatkan ringkasan satu bab penuh (Teori Atom, Konfigurasi, hingga Sifat Periodik) dalam format PDF yang siap cetak.

Generate Link... Tunggu 15 detik.
[Kode Iklan Disini]

📚 Seri Materi: Struktur Atom & Sistem Periodik

Pelajari seluruh materi bab ini secara berurutan agar pemahamanmu lebih utuh:











Cara Cepat Menentukan Golongan dan Periode Unsur (Lengkap + Contoh)

Halo Sobat Kimia! Jika Konfigurasi Elektron yang kita pelajari sebelumnya adalah "alamat lengkap" dari elektron, maka Golongan dan Periode adalah koordinat peta rumahnya dalam Tabel Periodik.

Seringkali siswa bingung membedakan mana yang vertikal dan mana yang horizontal. Di artikel ini, kita akan mengubah konfigurasi elektron menjadi petunjuk akurat untuk menemukan letak unsur tanpa harus menghafal seluruh tabel!

1. Definisi Golongan dan Periode

Sebelum masuk ke rumus, kita harus paham dulu definisi dasarnya agar tidak tertukar.

Periode (Baris Horizontal): Menunjukkan jumlah kulit atom yang terisi elektron. Ditentukan oleh nomor kulit terbesar (\(n\)).
Golongan (Kolom Vertikal): Menunjukkan jumlah elektron valensi (elektron di kulit terluar). Menentukan sifat kimia unsur.

2. Rumus Menentukan Letak Unsur

Kunci utamanya ada pada Elektron Valensi dan Subkulit Terakhir. Tabel periodik dibagi menjadi 4 blok: s, p, d, dan f.

A. Golongan Utama (Golongan A)

Berlaku jika konfigurasi elektron berakhir di subkulit s atau p.

  • Periode: Nomor kulit terbesar (\(n\)).
  • Golongan: Jumlah elektron pada kulit terluar.
$$ \text{Jika berakhir di } ns^x \rightarrow \text{Golongan } x\text{A} $$ $$ \text{Jika berakhir di } ns^2 \ np^y \rightarrow \text{Golongan } (2+y)\text{A} $$

B. Golongan Transisi (Golongan B)

Berlaku jika konfigurasi elektron berakhir di subkulit d.

  • Periode: Nomor kulit terbesar (\(n\)), BUKAN \((n-1)\).
  • Golongan: Jumlah elektron di \(s\) terakhir + \(d\) terakhir.
$$ \text{Berakhir di } ns^2 \ (n-1)d^z \rightarrow \text{Jumlahkan } (2+z) $$

Catatan Khusus Golongan B (Penting!):

  • Jika jumlah = 8, 9, 10 \(\rightarrow\) Golongan VIII B
  • Jika jumlah = 11 \(\rightarrow\) Golongan I B
  • Jika jumlah = 12 \(\rightarrow\) Golongan II B

3. 5 Contoh Soal dan Pembahasan Lengkap

Contoh 1: Golongan Utama (Blok s)

Tentukan letak unsur Kalsium (\(_{20}\text{Ca}\))!

Jawab:
Konfigurasi elektron: $$ _{20}\text{Ca} : 1s^2 \ 2s^2 \ 2p^6 \ 3s^2 \ 3p^6 \ 4s^2 $$ Disingkat: \([Ar] \ 4s^2\)

Analisis:

  • Kulit terbesar (\(n\)) = 4 \(\rightarrow\) Periode 4
  • Elektron valensi (\(4s^2\)) = 2 \(\rightarrow\) Golongan II A

Contoh 2: Golongan Utama (Blok p)

Tentukan letak unsur Fosfor (\(_{15}\text{P}\))!

Jawab:
Konfigurasi elektron: $$ _{15}\text{P} : [Ne] \ 3s^2 \ 3p^3 $$

Analisis:

  • Kulit terbesar (\(n\)) = 3 \(\rightarrow\) Periode 3
  • Elektron valensi (\(s + p\)) = \(2 + 3 = 5\) \(\rightarrow\) Golongan V A

Contoh 3: Golongan Transisi (Standar)

Tentukan letak unsur Mangan (\(_{25}\text{Mn}\))!

Jawab:
Konfigurasi elektron: $$ _{25}\text{Mn} : [Ar] \ 4s^2 \ 3d^5 $$

Analisis:

  • Kulit terbesar (\(n\)) = 4 \(\rightarrow\) Periode 4 (Ambil dari \(4s\)).
  • Jumlah elektron (\(s + d\)) = \(2 + 5 = 7\).
  • Berakhir di blok \(d\) \(\rightarrow\) Golongan VII B.

Contoh 4: Golongan Transisi (Kasus VIII B)

Tentukan letak unsur Nikel (\(_{28}\text{Ni}\))!

Jawab:
Konfigurasi elektron: $$ _{28}\text{Ni} : [Ar] \ 4s^2 \ 3d^8 $$

Analisis:

  • Kulit terbesar (\(n\)) = 4 \(\rightarrow\) Periode 4.
  • Jumlah elektron (\(s + d\)) = \(2 + 8 = 10\).
  • Ingat aturan khusus: Jumlah 8, 9, 10 masuk ke Golongan VIII B.
  • Jadi, \(\rightarrow\) Golongan VIII B.

Contoh 5: Golongan Transisi (Kasus Penuh/II B)

Tentukan letak unsur Seng (\(_{30}\text{Zn}\))!

Jawab:
Konfigurasi elektron: $$ _{30}\text{Zn} : [Ar] \ 4s^2 \ 3d^{10} $$

Analisis:

  • Kulit terbesar (\(n\)) = 4 \(\rightarrow\) Periode 4.
  • Jumlah elektron (\(s + d\)) = \(2 + 10 = 12\).
  • Ingat aturan khusus: Jumlah 12 masuk ke Golongan II B.
  • Jadi, \(\rightarrow\) Golongan II B.

🎯 Kuis Kilat: Golongan & Periode

Uji pemahamanmu sekarang! Pilih jawaban yang paling tepat.

1. Periode dalam tabel periodik menyatakan...

A. Jumlah elektron valensi
B. Jumlah kulit atom
C. Jumlah neutron
D. Massa atom
E. Nomor atom

2. Unsur dengan konfigurasi \( 1s^2 2s^2 2p^6 3s^1 \) terletak pada...

A. Golongan IA, Periode 2
B. Golongan IIA, Periode 3
C. Golongan IA, Periode 3
D. Golongan IIIA, Periode 1
E. Golongan VIIA, Periode 3

3. Elektron valensi dari unsur \( _{17}\text{Cl} \) adalah...

A. 1
B. 2
C. 5
D. 7
E. 8

4. Jika konfigurasi elektron berakhir di subkulit \( d \), maka unsur tersebut termasuk golongan...

A. Utama (A)
B. Transisi (B)
C. Gas Mulia
D. Halogen
E. Lantanida

5. Unsur \( X \) memiliki nomor atom 20. Letaknya adalah...

A. Golongan IIA, Periode 4
B. Golongan IIA, Periode 3
C. Golongan IVA, Periode 2
D. Golongan IVB, Periode 4
E. Golongan IA, Periode 4

6. Suatu unsur memiliki konfigurasi \( [Ar] 4s^2 3d^{10} \). Golongannya adalah...

A. XII B
B. X B
C. VIII B
D. II B
E. II A

7. Unsur Gas Mulia (Golongan VIII A) memiliki konfigurasi elektron valensi...

A. \( ns^2 \)
B. \( ns^2 np^5 \)
C. \( ns^2 np^6 \)
D. \( ns^2 (n-1)d^{10} \)
E. \( ns^1 \)

8. Jumlah elektron valensi untuk golongan transisi dihitung dari subkulit...

A. \( s \) saja
B. \( p \) saja
C. \( s + p \)
D. \( s + d \)
E. \( d + f \)

9. Unsur \( _{26}\text{Fe} \) terletak pada golongan...

A. VI B
B. VII B
C. VIII B
D. I B
E. II B

10. Manakah yang menentukan nomor periode suatu unsur?

A. Elektron terluar
B. Nomor kulit terbesar
C. Nomor massa
D. Jumlah proton
E. Subkulit terakhir

FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan

Mengapa Helium (\(1s^2\)) masuk Golongan VIII A?

Meskipun Helium berakhir di \(s^2\) (seharusnya II A), Helium memiliki kulit yang penuh stabil (duplet). Sifat kimianya sangat mirip dengan gas mulia lain (Neon, Argon) yang inert/stabil, sehingga ia dikelompokkan ke Golongan VIII A (Gas Mulia).

Bagaimana jika berakhir di subkulit f?

Jika berakhir di subkulit \(4f\), unsur tersebut masuk ke seri Lantanida. Jika berakhir di \(5f\), masuk ke seri Aktinida. Keduanya terletak di bagian bawah terpisah dari tabel utama dan umumnya dianggap sebagai golongan IIIB (transisi dalam).

Apa beda penomoran Romawi (IA) dan Arab (1-18)?

Penomoran Romawi (IA - VIIIA) adalah sistem lama (CAS/Amerika) yang umum diajarkan di SMA Indonesia. Sistem 1-18 adalah standar internasional baru (IUPAC). Contoh: Golongan V A sama dengan Golongan 15.

[Kode Iklan Disini]

Latihan Soal & Kunci Jawaban (PDF)

Sudah mengerjakan kuis di atas? Dapatkan soal-soal pengayaan lebih lanjut dalam format PDF.

Link download muncul dalam 15 detik.
[Kode Iklan Disini]

Demikian cara mudah menentukan golongan dan periode. Selanjutnya, kita akan membahas Sifat-sifat Keperiodikan Unsur (Jari-jari atom, Energi Ionisasi, dll). Tetap semangat belajar Kimia!

Panduan Lengkap Konfigurasi Elektron & Diagram Orbital (Kimia Kelas 10)

Halo Sobat Kimia! Setelah kita memahami bahwa atom memiliki "kamar-kamar" yang disebut orbital (berdasarkan teori Mekanika Kuantum), pertanyaan selanjutnya adalah: Bagaimana cara elektron menempati kamar-kamar tersebut?

Inilah yang disebut dengan Konfigurasi Elektron. Bayangkan elektron seperti tamu hotel yang harus mengikuti aturan resepsionis saat memilih kamar. Di dunia atom, ada tiga "resepsionis" utama yang mengatur tata letak elektron: Aufbau, Pauli, dan Hund. Mari kita pelajari aturannya!

1. Tiga Azas Utama Konfigurasi Elektron

A. Prinsip Aufbau (Energi Terendah)

Kata Aufbau berasal dari bahasa Jerman yang berarti "membangun". Elektron tidak boleh sembarangan menempati kulit.

Prinsip Aufbau: Pengisian elektron dimulai dari subkulit dengan tingkat energi paling rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi.

Urutan tingkat energi dapat ditentukan dengan diagram curah hujan (Aturan n + l). Urutannya adalah sebagai berikut:

$$ 1s \rightarrow 2s \rightarrow 2p \rightarrow 3s \rightarrow 3p \rightarrow 4s \rightarrow 3d \rightarrow 4p \rightarrow 5s \dots $$

Catatan Penting: Perhatikan bahwa subkulit \( 4s \) diisi lebih dulu daripada \( 3d \) karena energinya lebih rendah.


B. Larangan Pauli (Spin Elektron)

Wolfgang Pauli menegaskan bahwa setiap elektron itu unik, seperti sidik jari manusia.

Larangan Pauli: Tidak ada dua elektron dalam satu atom yang boleh memiliki keempat bilangan kuantum (\( n, l, m, s \)) yang sama.

Akibatnya, satu orbital maksimal hanya boleh diisi oleh 2 elektron dengan arah rotasi (spin) yang berlawanan (atas \( +\frac{1}{2} \) dan bawah \( -\frac{1}{2} \)).


C. Kaidah Hund (Kamar Kosong Dulu)

Friedrich Hund mengatur bagaimana elektron mengisi orbital-orbital yang energinya setingkat (misalnya pada subkulit p, d, atau f).

Kaidah Hund: Elektron akan mengisi orbital satu per satu dengan arah spin yang sama (sendiri-sendiri dulu), baru kemudian berpasangan.

Bayangkan seperti naik angkot; penumpang biasanya akan duduk sendiri-sendiri dulu sebelum duduk berdesakan dengan penumpang lain.


2. Contoh Penulisan Konfigurasi & Diagram Orbital

Mari kita terapkan aturan di atas untuk menuliskan konfigurasi elektron.

Contoh 1: Atom Nitrogen (Nomor Atom 7)

Langkah Penyelesaian:

  1. Jumlah elektron = 7.
  2. Ikuti urutan Aufbau: \( 1s \rightarrow 2s \rightarrow 2p \).
  3. Kapasitas: s = 2, p = 6.

Konfigurasi:

$$ _7N : 1s^2 \ 2s^2 \ 2p^3 $$

Diagram Orbital (Kaidah Hund):
Pada subkulit \( 2p^3 \), ada 3 kotak orbital. Karena isinya 3 elektron, maka masing-masing kotak diisi 1 tanda panah ke atas (↑) (↑) (↑), bukan sepasang dan satu sisa.


Contoh 2: Atom Besi (Nomor Atom 26)

Untuk atom dengan jumlah elektron banyak, kita bisa menyingkat penulisan menggunakan konfigurasi gas mulia terdekat (He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn).

Gas mulia terdekat sebelum 26 adalah Argon (18).

$$ _{26}Fe : [Ar] \ 4s^2 \ 3d^6 $$

Analisis Diagram Orbital \( 3d^6 \):

  • Subkulit d memiliki 5 kotak.
  • Isi 5 elektron pertama sejajar (↑ ↑ ↑ ↑ ↑).
  • Elektron ke-6 berpasangan di kotak pertama (⇅ ↑ ↑ ↑ ↑).
  • Maka, atom Fe memiliki 4 elektron tidak berpasangan (sifat paramagnetik).

3. Pengecualian: Kestabilan Penuh dan Setengah Penuh

Aturan Aufbau tidak berlaku mutlak untuk beberapa unsur transisi, khususnya golongan VI B (Cr) dan I B (Cu). Subkulit d lebih stabil jika terisi setengah penuh (\(d^5\)) atau penuh (\(d^{10}\)).

Kasus Kromium (24 Cr)

Menurut Aufbau (Kurang Stabil):

$$ [Ar] \ 4s^2 \ 3d^4 $$

Kenyataan Eksperimen (Lebih Stabil):

$$ [Ar] \ 4s^1 \ 3d^5 $$

(Satu elektron dari 4s pindah ke 3d agar keduanya setengah penuh).

Kasus Tembaga (29 Cu)

Menurut Aufbau (Kurang Stabil):

$$ [Ar] \ 4s^2 \ 3d^9 $$

Kenyataan Eksperimen (Lebih Stabil):

$$ [Ar] \ 4s^1 \ 3d^{10} $$

FAQ: Pertanyaan Seputar Konfigurasi Elektron

Mengapa subkulit 4s diisi sebelum 3d?

Karena walaupun kulitnya lebih tinggi (n=4), subkulit 4s memiliki tingkat energi total yang sedikit lebih rendah dibandingkan 3d saat orbital tersebut masih kosong. Namun, setelah terisi elektron, energi 3d bisa menjadi lebih rendah dari 4s.

Apa itu Elektron Valensi?

Elektron valensi adalah elektron yang berada pada kulit terluar dan berperan dalam pembentukan ikatan kimia. Untuk unsur golongan utama, elektron valensi ada di kulit ns dan np. Untuk transisi, ada di ns dan (n-1)d.

Apa beda Diamagnetik dan Paramagnetik?

Jika semua elektron dalam orbital berpasangan, atom bersifat Diamagnetik (ditolak medan magnet). Jika ada elektron yang jomblo (tidak berpasangan), atom bersifat Paramagnetik (ditarik medan magnet).

[Kode Iklan Disini]

Download Tabel Periodik & Cheat Sheet Konfigurasi

Bingung menghafal nomor atom? Download tabel periodik resolusi tinggi dan ringkasan aturan Aufbau di sini.

Menyiapkan file PDF... Tunggu 15 detik.
[Kode Iklan Disini]

Latihan Soal Teori Atom & Pembahasan Lengkap (Kimia Kelas 10)

Halo Sobat Kimia! Apakah kalian sudah siap menguji seberapa dalam pemahaman kalian tentang materi Perkembangan Teori Atom? Membaca teori saja tidak cukup, kita harus melatih otak dengan variasi soal agar siap menghadapi ulangan harian maupun ujian semester.

Berikut ini adalah 15 Latihan Soal dan Pembahasan yang disusun mulai dari tingkat dasar (hafalan) hingga tingkat lanjut (analisis/HOTS). Siapkan kertas coretan kalian!


LEVEL 1: Pemahaman Dasar (Basic Recall)

Soal 1

Ilmuwan pertama yang mengemukakan teori atom berdasarkan data eksperimen ilmiah (hukum dasar kimia) dan bukan sekadar pemikiran filosofis adalah...

  1. Democritus
  2. John Dalton
  3. J.J. Thomson
  4. Niels Bohr
  5. Aristoteles
Pembahasan:
Jawaban: B. John Dalton
Meskipun Democritus adalah orang pertama yang mencetuskan kata "atom", John Dalton (1803) adalah yang pertama menjadikannya teori ilmiah yang dapat menjelaskan Hukum Kekekalan Massa dan Hukum Perbandingan Tetap.

Soal 2

Kelemahan utama dari model atom Dalton adalah tidak dapat menjelaskan...

  1. Terbentuknya senyawa
  2. Hukum kekekalan massa
  3. Sifat listrik materi
  4. Perbedaan massa atom
  5. Wujud zat
Pembahasan:
Jawaban: C. Sifat listrik materi
Dalton menyatakan atom sebagai bola pejal tak bermuatan. Penemuan selanjutnya menunjukkan bahwa penggaris plastik yang digosok bisa menarik kertas (listrik statis), membuktikan atom memiliki muatan (elektron), yang gagal dijelaskan Dalton.

Soal 3

Percobaan tabung sinar katoda yang dilakukan oleh J.J. Thomson menghasilkan penemuan partikel subatomik yaitu...

  1. Proton
  2. Neutron
  3. Elektron
  4. Inti Atom
  5. Positron
Pembahasan:
Jawaban: C. Elektron
Thomson menemukan bahwa sinar katoda dapat dibelokkan oleh medan listrik ke arah kutub positif, menandakan sinar tersebut bermuatan negatif. Partikel ini kemudian dinamakan elektron.

Soal 4

Siapakah ilmuwan yang menemukan neutron pada tahun 1932?

  1. Goldstein
  2. James Chadwick
  3. William Crookes
  4. Robert Millikan
  5. Ernest Rutherford
Pembahasan:
Jawaban: B. James Chadwick
Neutron (partikel netral dalam inti) ditemukan oleh James Chadwick melalui percobaan penembakan berilium dengan sinar alfa.

LEVEL 2: Penerapan Konsep (Medium)

Soal 5

Perhatikan gambar percobaan hamburan sinar alfa berikut!

Berdasarkan percobaan Rutherford, sebagian besar sinar alfa diteruskan lurus menembus lempeng emas. Hal ini membuktikan bahwa...

  1. Atom adalah bola pejal yang padat
  2. Atom bermuatan positif seluruhnya
  3. Sebagian besar ruang dalam atom adalah ruang hampa
  4. Elektron menempel pada inti atom
  5. Inti atom berukuran sangat besar
Pembahasan:
Jawaban: C. Sebagian besar ruang dalam atom adalah ruang hampa
Karena mayoritas partikel alfa (99%) lewat begitu saja tanpa hambatan, Rutherford menyimpulkan bahwa atom bukanlah bola padat, melainkan sebagian besar terdiri dari ruang kosong (hampa).

Soal 6

Mengapa model atom Rutherford dianggap "gagal" atau memiliki kelemahan fatal menurut fisika klasik Maxwell?

Pembahasan:
Menurut fisika klasik, partikel bermuatan (elektron) yang bergerak melingkar mengelilingi inti akan memancarkan energi (radiasi) terus-menerus. Akibatnya, energi elektron akan berkurang, lintasannya menyusut (spiral), dan akhirnya jatuh ke inti atom. Rutherford tidak bisa menjelaskan mengapa elektron tetap stabil di lintasannya dan tidak jatuh.

Soal 7

Pernyataan berikut yang merupakan postulat utama dari teori atom Niels Bohr adalah...

  1. Elektron tersebar merata di permukaan bola atom
  2. Elektron bergerak mengelilingi inti pada lintasan energi tertentu yang disebut kulit
  3. Kedudukan elektron tidak dapat ditentukan secara pasti
  4. Atom terdiri dari inti positif yang dikelilingi awan elektron
  5. Elektron dapat berpindah lintasan tanpa menyerap atau melepas energi
Pembahasan:
Jawaban: B. Elektron bergerak mengelilingi inti pada lintasan energi tertentu yang disebut kulit
Bohr memperbaiki teori Rutherford dengan konsep "Orbit Stasioner" atau kulit atom, di mana elektron tidak memancarkan energi selama berada di lintasannya.

Soal 8

Hitunglah jumlah maksimum elektron yang dapat menempati kulit M (\(n=3\))!

Pembahasan:
Rumus kapasitas maksimum kulit elektron: \(2n^2\).
Untuk kulit M, nilai \(n=3\).
$$ \text{Jumlah Elektron} = 2 \times (3)^2 $$ $$ = 2 \times 9 $$ $$ = 18 \text{ elektron} $$

Soal 9

Pasangan unsur di bawah ini yang merupakan Isotop adalah...

  1. \({}_{6}^{14}\text{C}\) dan \({}_{7}^{14}\text{N}\)
  2. \({}_{11}^{23}\text{Na}\) dan \({}_{12}^{24}\text{Mg}\)
  3. \({}_{6}^{12}\text{C}\) dan \({}_{6}^{13}\text{C}\)
  4. \({}_{19}^{39}\text{K}\) dan \({}_{20}^{40}\text{Ca}\)
  5. \({}_{1}^{3}\text{H}\) dan \({}_{2}^{3}\text{He}\)
Pembahasan:
Jawaban: C
Isotop: Unsur yang sama (nomor atom/proton sama) tetapi nomor massa berbeda.
Pada pilihan C, keduanya adalah Karbon (nomor atom 6), namun massanya berbeda (12 dan 13).

LEVEL 3: Analisis & HOTS (Hard)

Soal 10

Dalam atom hidrogen, elektron berpindah dari kulit \(n=4\) ke kulit \(n=2\). Perpindahan ini akan menghasilkan spektrum garis berwarna. Tentukan apakah proses ini menyerap atau melepas energi, dan disebut deret apakah spektrum yang dihasilkan?

Pembahasan:
1. Arah Energi: Perpindahan dari kulit luar (\(n=4\), energi tinggi) ke kulit dalam (\(n=2\), energi rendah) bersifat Melepaskan Energi (Emisi).
2. Jenis Deret: Perpindahan elektron yang berakhir di kulit \(n=2\) menghasilkan spektrum cahaya tampak yang disebut Deret Balmer.

Soal 11 (Perhitungan Energi)

Jika energi elektron pada keadaan dasar (ground state) atom hidrogen adalah \(-13,6 \text{ eV}\), berapakah energi yang dibutuhkan untuk mengeksitasi elektron dari kulit \(n=1\) ke \(n=3\)?

Pembahasan:
Rumus energi pada kulit ke-n: \(E_n = \frac{-13,6}{n^2} \text{ eV}\).

Energi awal (\(n=1\)): \(E_1 = -13,6 \text{ eV}\)
Energi akhir (\(n=3\)): $$ E_3 = \frac{-13,6}{3^2} = \frac{-13,6}{9} = -1,51 \text{ eV} $$
Perubahan Energi (\(\Delta E\)): $$ \Delta E = E_{\text{akhir}} - E_{\text{awal}} $$ $$ \Delta E = (-1,51) - (-13,6) $$ $$ \Delta E = +12,09 \text{ eV} $$
Jadi, energi yang diserap/dibutuhkan adalah 12,09 eV.

Soal 12

Kelemahan teori atom Bohr adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman. Apa yang dimaksud dengan efek Zeeman?

Pembahasan:
Efek Zeeman adalah fenomena terpecahnya satu garis spektrum menjadi beberapa garis halus ketika atom ditempatkan dalam medan magnet. Teori Bohr tidak dapat menjelaskan hal ini karena Bohr hanya menganggap lintasan elektron berupa lingkaran tunggal, padahal sebenarnya terdapat sub-kulit dan orientasi orbital (bilangan kuantum magnetik) yang terpengaruh medan magnet.

Soal 13

Teori Atom Mekanika Kuantum dibangun berdasarkan tiga prinsip utama. Salah satunya adalah Dualisme Gelombang-Partikel yang dikemukakan oleh...

  1. Werner Heisenberg
  2. Erwin Schrödinger
  3. Louis de Broglie
  4. Max Planck
  5. Wolfgang Pauli
Pembahasan:
Jawaban: C. Louis de Broglie
De Broglie menyatakan bahwa materi bergerak (seperti elektron) memiliki sifat ganda, yaitu sebagai partikel (materi) dan sebagai gelombang. Hal inilah yang mendasari bahwa posisi elektron tidak bisa dipastikan (hanya berupa peluang).

Soal 14

Jelaskan perbedaan mendasar antara konsep "Orbit" pada teori Bohr dengan "Orbital" pada teori Mekanika Kuantum!

Pembahasan:
  • Orbit (Bohr): Lintasan berbentuk lingkaran atau elips yang pasti di mana elektron bergerak mengelilingi inti. (Bisa ditentukan posisinya).
  • Orbital (Kuantum): Daerah ruang 3 dimensi di sekitar inti dengan kebolehjadian (probabilitas) terbesar untuk menemukan elektron. (Posisi tidak pasti, hanya peluang).

Soal 15

Bilangan kuantum manakah yang tidak mungkin dimiliki oleh elektron yang menempati subkulit \(3p\)?

  1. \(n=3, l=1, m=0, s=+\frac{1}{2}\)
  2. \(n=3, l=1, m=-1, s=-\frac{1}{2}\)
  3. \(n=3, l=2, m=+1, s=+\frac{1}{2}\)
  4. \(n=3, l=1, m=+1, s=-\frac{1}{2}\)
  5. \(n=3, l=1, m=0, s=-\frac{1}{2}\)
Pembahasan:
Jawaban: C
Analisis subkulit \(3p\):
  • Kulit ke-3 \(\rightarrow n = 3\).
  • Subkulit p \(\rightarrow l = 1\).
Pilihan C memiliki nilai \(l=2\). Nilai \(l=2\) menunjukkan subkulit \(d\) (jadi \(3d\)), bukan \(3p\). Maka opsi C salah/tidak mungkin untuk elektron di \(3p\).

📚 Seri Materi: Struktur Atom

Bingung dengan jawaban di atas? Pelajari kembali materinya di sini:

Perkembangan Teori Atom Lengkap: Dari Dalton hingga Mekanika Kuantum (Update 2025)




Halo Sobat Kimia! Pernahkah kalian bertanya-tanya, apa bagian terkecil penyusun tubuh kita atau benda-benda di sekitar kita? Jawabannya adalah atom. Namun, pemahaman manusia tentang bentuk dan sifat atom tidak muncul dalam semalam. Perkembangan teori atom adalah perjalanan panjang para ilmuwan dalam mengungkap rahasia materi, dimulai dari konsep bola pejal hingga awan elektron yang rumit.

Dalam artikel ini, blog Cerdas Bersama Kimia akan mengupas tuntas evolusi model atom yang menjadi materi wajib Kimia Kelas 10 (Fase E Kurikulum Merdeka). Mari kita mulai penjelajahannya!

1. Teori Atom Dalton (1803)

John Dalton adalah ilmuwan pertama yang mengembangkan model atom berdasarkan bukti ilmiah, bukan sekadar filosofi. Ia membayangkan atom sebagai bola pejal yang tidak dapat dibagi lagi.



Postulat Dalton: Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat diciptakan, dimusnahkan, atau dibagi lagi. Atom-atom dari unsur yang sama adalah identik.

Kelebihan dan Kelemahan

  • Kelebihan: Dapat menjelaskan Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier) dan Hukum Perbandingan Tetap (Proust).
  • Kelemahan: Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi (mengapa benda bisa bermuatan) dan keberadaan isotop.

2. Teori Atom J.J. Thomson (1897)

Setelah penemuan elektron melalui percobaan tabung sinar katoda, J.J. Thomson mematahkan teori Dalton bahwa atom tak terbagi. Ia mengusulkan model "Roti Kismis" (Plum Pudding Model).


Model Thomson: Atom merupakan bola bermuatan positif yang di dalamnya tersebar elektron bermuatan negatif, layaknya kismis dalam roti.

Poin Penting:

Thomson berhasil menemukan perbandingan muatan terhadap massa elektron (\( e/m \)), namun model ini gagal menjelaskan hamburan sinar alfa yang kelak ditemukan Rutherford.


3. Teori Atom Rutherford (1911)

Melalui eksperimen legendaris penghamburan sinar alfa pada lempeng emas tipis, Ernest Rutherford menemukan bahwa sebagian besar atom adalah ruang hampa.


Model Rutherford: Atom memiliki inti (nukleus) yang sangat kecil, padat, dan bermuatan positif di pusatnya, sementara elektron bergerak mengelilingi inti tersebut pada jarak yang relatif jauh.

Analisis Rumus Fisika Klasik

Kelemahan fatal teori ini dijelaskan oleh hukum fisika klasik Maxwell. Jika elektron (muatan negatif) mengelilingi inti (muatan positif), ia akan memancarkan energi.

$$ E_{\text{total}} \rightarrow -\infty $$

Artinya, lama-kelamaan energi elektron akan habis, lintasannya mengecil berbentuk spiral, dan akhirnya jatuh ke inti. Namun faktanya, atom bersifat stabil. Inilah yang gagal dijelaskan Rutherford.


4. Teori Atom Niels Bohr (1913)

Niels Bohr menyempurnakan model Rutherford dengan menggunakan teori kuantum Planck. Ia memperkenalkan konsep "Kulit Atom" atau tingkat energi.


Postulat Bohr: Elektron mengelilingi inti pada lintasan tertentu yang stasioner (tetap) tanpa memancarkan energi. Elektron hanya dapat berpindah lintasan (eksitasi/deeksitasi) dengan menyerap atau melepas energi.

Rumus Perubahan Energi

Ketika elektron berpindah kulit, energi yang dilepas/diserap dapat dihitung dengan persamaan:

$$ \Delta E = E_2 - E_1 = h \cdot \nu $$

Dimana \( h \) adalah konstanta Planck dan \( \nu \) adalah frekuensi cahaya.

Kelemahan Bohr

Hanya akurat untuk atom hidrogen (elektron tunggal) dan tidak dapat menjelaskan efek Zeeman (pemecahan spektrum oleh medan magnet).


5. Teori Atom Modern (Mekanika Kuantum)

Model ini dikembangkan oleh tiga tokoh utama: Louis de Broglie (dualitas gelombang-partikel), Werner Heisenberg (prinsip ketidakpastian), dan Erwin Schrödinger.

Prinsip Dasar: Kita tidak bisa menentukan posisi dan momentum elektron secara pasti secara bersamaan. Kita hanya bisa menentukan kebolehjadian (probabilitas) menemukan elektron di area tertentu yang disebut Orbital.

Persamaan Gelombang Schrödinger

Bentuk dan energi orbital ditentukan oleh solusi persamaan matematis rumit:

$$ \hat{H}\psi = E\psi $$

Model inilah yang kita gunakan hingga saat ini untuk menjelaskan konfigurasi elektron (\( 1s^2, 2s^2, \dots \)) dan ikatan kimia yang kompleks.


Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan utama antara Orbit (Bohr) dan Orbital (Modern)?

Orbit adalah lintasan berbentuk lingkaran yang pasti (seperti planet mengelilingi matahari) menurut Bohr. Sedangkan Orbital adalah daerah ruang 3 dimensi di sekitar inti di mana peluang terbesar menemukan elektron berada (konsep Mekanika Kuantum).

Mengapa teori Rutherford dianggap gagal?

Karena menurut fisika klasik, partikel bermuatan yang bergerak melingkar akan memancarkan energi terus menerus. Jika ini terjadi, elektron akan kehilangan energi dan jatuh ke inti atom, membuat atom musnah. Padahal kenyataannya atom stabil.

Siapa penemu neutron?

James Chadwick pada tahun 1932. Penemuan ini melengkapi struktur inti atom yang terdiri dari proton (positif) dan neutron (netral).

Semoga artikel ini membantu Sobat Kimia memahami sejarah panjang penemuan atom. Jangan lupa bagikan ke teman-temanmu agar semakin cerdas bersama!

📚 Seri Materi: Struktur Atom & Sistem Periodik

Pelajari seluruh materi bab ini secara berurutan agar pemahamanmu lebih utuh:











Materi Lengkap Sifat Koligatif Larutan: Rumus, 5 Contoh Soal & PDF Download

Selamat datang sobat Cerdas Bersama Kimia. Pernahkah Anda bertanya mengapa air laut tidak mudah membeku dibandingkan air tawar, atau mengapa kita menambahkan garam saat merebus pasta agar lebih cepat matang? Jawabannya terletak pada konsep sifat koligatif larutan. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas materi kimia kelas 12 ini mulai dari definisi, satuan konsentrasi, rumus lengkap, hingga contoh soal dan pembahasan.

Apa Itu Sifat Koligatif Larutan?

Sifat Koligatif Larutan adalah sifat fisik larutan yang HANYA bergantung pada jumlah partikel zat terlarut per satuan volume pelarut, dan TIDAK bergantung pada jenis zat terlarutnya.

Artinya, baik itu gula, urea, ataupun garam, jika jumlah mol partikelnya sama dalam volume pelarut yang sama, maka efek sifat koligatifnya akan identik (dengan memperhatikan faktor ionisasi).

Satuan Konsentrasi Penting

Sebelum masuk ke rumus utama, kita harus memahami dua satuan konsentrasi yang sering digunakan:

1. Molalitas (m)

$$ m = \frac{g}{Mr} \times \frac{1000}{p} $$

Keterangan: \( g \) = massa zat terlarut (gram), \( p \) = massa pelarut (gram).

2. Fraksi Mol (X)

$$ X_t = \frac{n_t}{n_t + n_p} \quad \text{dan} \quad X_p = \frac{n_p}{n_t + n_p} $$

4 Jenis Sifat Koligatif Larutan

1. Penurunan Tekanan Uap (\( \Delta P \))

Penambahan zat terlarut sukar menguap akan menurunkan tekanan uap pelarut. Hukum Raoult menjelaskan fenomena ini:

$$ \Delta P = P^\circ \times X_t $$ $$ P = P^\circ \times X_p $$

Keterangan: \( P^\circ \) = tekanan uap pelarut murni.

2. Kenaikan Titik Didih (\( \Delta T_b \))

Air mendidih pada 100°C, namun air gula mendidih di atas 100°C. Perhatikan diagram P-T berikut untuk melihat pergeseran titik didihnya:

$$ \Delta T_b = K_b \times m $$ $$ T_b (\text{larutan}) = T_b^\circ + \Delta T_b $$

3. Penurunan Titik Beku (\( \Delta T_f \))

Prinsip ini digunakan pada cairan anti-beku radiator mobil.

$$ \Delta T_f = K_f \times m $$ $$ T_f (\text{larutan}) = T_f^\circ - \Delta T_f $$

4. Tekanan Osmotik (\( \pi \))

Tekanan yang diperlukan untuk menghentikan aliran pelarut melalui membran semipermeabel.

$$ \pi = M \times R \times T $$

Keterangan: \( M \) = Molaritas, \( R \) = 0,082 L.atm/mol.K, \( T \) = Suhu (Kelvin).

⚠️ Catatan: Larutan Elektrolit

Untuk larutan elektrolit (asam, basa, garam), jumlah partikel bertambah karena ionisasi. Semua rumus di atas harus dikalikan dengan Faktor Van't Hoff (\( i \)).

$$ i = 1 + (n-1)\alpha $$

Dimana \( n \) = jumlah ion, \( \alpha \) = derajat ionisasi.


Contoh Soal dan Pembahasan

Soal 1: Kenaikan Titik Didih (Non-Elektrolit)

Sebanyak 18 gram glukosa (\( Mr = 180 \)) dilarutkan dalam 500 gram air. Jika \( K_b \) air = 0,52 °C/m, tentukan titik didih larutan tersebut!

Diketahui:
Massa glukosa = 18 gr
\( Mr \) = 180
\( p \) (air) = 500 gr
\( K_b \) = 0,52

Jawab:
Hitung molalitas (\( m \)) terlebih dahulu:
$$ m = \frac{18}{180} \times \frac{1000}{500} = 0,1 \times 2 = 0,2 \, \text{molal} $$
Hitung \( \Delta T_b \):
$$ \Delta T_b = K_b \times m = 0,52 \times 0,2 = 0,104^\circ \text{C} $$
Titik didih larutan:
$$ T_b = 100 + 0,104 = 100,104^\circ \text{C} $$

Soal 2: Penurunan Titik Beku (Elektrolit)

Tentukan penurunan titik beku larutan \( \text{CaCl}_2 \) 0,1 molal jika zat tersebut terionisasi sempurna (\( K_f \) air = 1,86 °C/m)!

Jawab:
\( \text{CaCl}_2 \rightarrow \text{Ca}^{2+} + 2\text{Cl}^- \) (jumlah ion \( n = 3 \)).
Karena terionisasi sempurna, \( \alpha = 1 \), maka \( i = n = 3 \).
$$ \Delta T_f = K_f \times m \times i $$ $$ \Delta T_f = 1,86 \times 0,1 \times 3 $$ $$ \Delta T_f = 0,558^\circ \text{C} $$

Soal 3: Tekanan Osmotik

Berapa tekanan osmotik larutan yang mengandung 3 gram urea (\( Mr=60 \)) dalam 500 mL larutan pada suhu 27°C?

Jawab:
\( T = 27 + 273 = 300 \, \text{K} \)
Molaritas (\( M \)):
$$ M = \frac{3}{60} \times \frac{1000}{500} = 0,05 \times 2 = 0,1 \, \text{M} $$
Tekanan Osmotik:
$$ \pi = M \times R \times T = 0,1 \times 0,082 \times 300 $$ $$ \pi = 2,46 \, \text{atm} $$

Soal 4: Penurunan Tekanan Uap

Tekanan uap air murni pada suhu 25°C adalah 20 mmHg. Jika ke dalam 90 gram air (\( Mr=18 \)) dilarutkan 18 gram glukosa (\( Mr=180 \)), berapakah tekanan uap larutan?

Jawab:
Mol pelarut (\( n_p \)) = \( 90/18 = 5 \) mol.
Mol terlarut (\( n_t \)) = \( 18/180 = 0,1 \) mol.
Fraksi mol pelarut (\( X_p \)):
$$ X_p = \frac{5}{5 + 0,1} = \frac{5}{5,1} \approx 0,98 $$
Tekanan uap larutan:
$$ P = P^\circ \times X_p = 20 \times 0,98 = 19,6 \, \text{mmHg} $$

Soal 5: Mencari Massa Molekul Relatif (Mr)

Suatu zat non-elektrolit sebanyak 4 gram dilarutkan dalam 100 gram air mendidih pada suhu 100,26°C. Jika \( K_b \) air = 0,52, tentukan Mr zat tersebut!

Jawab:
\( \Delta T_b = 100,26 - 100 = 0,26^\circ \text{C} \)
$$ \Delta T_b = \left( \frac{g}{Mr} \times \frac{1000}{p} \right) \times K_b $$ $$ 0,26 = \left( \frac{4}{Mr} \times \frac{1000}{100} \right) \times 0,52 $$ $$ 0,26 = \frac{40}{Mr} \times 0,52 $$ $$ Mr = \frac{20,8}{0,26} = 80 $$


Download Bank Soal Sifat Koligatif Larutan

Ingin latihan lebih banyak? Unduh file PDF berisi 20 soal latihan (Pilihan Ganda & Essay) beserta pembahasan lengkapnya di bawah ini.

File sedang disiapkan... Mohon tunggu 15 detik.

Kuis Sifat Koligatif (Skor Otomatis)

Uji kemampuan hitungan dan pemahaman konsep Anda dengan 10 soal berikut. Pilih satu jawaban yang paling tepat!

1. Sebanyak 30 gram urea (\( Mr = 60 \)) dilarutkan dalam 500 gram air. Jika \( K_b \) air = 0,52 °C/m, berapakah titik didih larutan tersebut? (Titik didih air = 100°C)





2. Berapakah titik beku larutan \( \text{NaCl} \) 0,2 molal jika diketahui \( K_f \) air = 1,86 °C/m dan \( \text{NaCl} \) terionisasi sempurna?





3. Tekanan osmotik larutan glukosa 0,1 M pada suhu 27°C (\( R=0,082 \)) adalah...





4. Manakah dari larutan berikut (konsentrasi sama 0,1 M) yang memiliki titik didih paling tinggi?





5. Sebanyak 6 gram zat non-elektrolit dilarutkan dalam 200 gram air mendidih pada suhu 100,26°C. Jika \( K_b \) air = 0,52, berapakah massa molekul relatif (\( Mr \)) zat tersebut?





6. Sifat koligatif larutan bergantung pada...





7. Berapakah nilai faktor Van't Hoff (\( i \)) untuk larutan asam sulfat (\( \text{H}_2\text{SO}_4 \)) jika dianggap terionisasi sempurna?





8. Fenomena laut mati di mana benda mudah mengapung disebabkan oleh...





9. Proses penyerapan air oleh akar tanaman dari tanah ke dalam sel akar merupakan penerapan prinsip...





10. Jika tekanan uap pelarut murni adalah 20 mmHg dan fraksi mol pelarut adalah 0,9, berapakah penurunan tekanan uap larutan (\( \Delta P \))?






Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Apa bedanya Molalitas (m) dan Molaritas (M)?
Molalitas (m) adalah mol zat terlarut per 1 kg pelarut (tidak dipengaruhi suhu), sedangkan Molaritas (M) adalah mol zat terlarut per 1 liter larutan (dipengaruhi suhu).
Mengapa larutan elektrolit memiliki efek koligatif lebih besar?
Karena zat elektrolit terurai menjadi ion-ion, sehingga jumlah partikel dalam larutan menjadi lebih banyak dibandingkan zat non-elektrolit pada konsentrasi yang sama.
Apa itu larutan isotonik?
Larutan isotonik adalah dua larutan yang memiliki tekanan osmotik yang sama.

Jumat, 26 Desember 2025

Panduan Lengkap Reaksi Redoks: Materi, Contoh Soal & Download PDF

Reaksi redoks merupakan salah satu konsep fundamental dalam kimia yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari perkaratan besi, proses pembakaran, hingga metabolisme dalam tubuh kita. Singkatan dari reduksi-oksidasi, materi ini membahas tentang perpindahan elektron dan perubahan bilangan oksidasi atom-atom yang terlibat dalam reaksi kimia. Memahami konsep ini sangat penting karena menjadi dasar bagi materi kimia lanjut seperti elektrokimia dan stoikiometri reaksi.

A. Perkembangan Konsep Reaksi Redoks

Konsep reaksi redoks mengalami perkembangan dari tinjauan yang sederhana menuju tinjauan yang lebih modern dan komprehensif.

1. Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Oksigen

Ini adalah konsep paling klasik. Pada awalnya, oksidasi hanya dikaitkan dengan reaksi suatu zat dengan oksigen.

Oksidasi adalah peristiwa pengikatan oksigen oleh suatu zat.
Contoh: \( 4Fe(s) + 3O_2(g) \rightarrow 2Fe_2O_3(s) \) (Besi mengikat oksigen)
Reduksi adalah peristiwa pelepasan oksigen dari suatu zat.
Contoh: \( CuO(s) + H_2(g) \rightarrow Cu(s) + H_2O(g) \) (Tembaga(II) oksida melepas oksigen)

2. Berdasarkan Perpindahan Elektron

Konsep ini lebih luas dan dapat menjelaskan reaksi yang tidak melibatkan oksigen. Konsep ini ditinjau dari serah terima elektron.

Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron.
Contoh: \( Na \rightarrow Na^+ + e^- \)
Reduksi adalah peristiwa penerimaan elektron.
Contoh: \( Cl_2 + 2e^- \rightarrow 2Cl^- \)

3. Berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi (Biloks)

Ini adalah konsep paling modern dan umum digunakan saat ini karena dapat diterapkan pada hampir semua jenis reaksi kimia.

Oksidasi adalah kenaikan bilangan oksidasi (biloks).
Reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi (biloks).

B. Bilangan Oksidasi (Biloks) dan Aturannya

Bilangan oksidasi adalah angka yang menunjukkan muatan hipotetis suatu atom dalam molekul atau ion, dengan asumsi bahwa ikatan kimia sepenuhnya bersifat ionik. Untuk menentukan biloks, kita harus mematuhi aturan-aturan berikut secara berurutan (prioritas dari atas ke bawah):

  1. Biloks unsur bebas (atom atau molekul unsur) adalah 0. Contoh: \(Na, Fe, H_2, O_2, P_4\) biloksnya = 0.
  2. Biloks ion monoatomik sama dengan muatannya. Contoh: \(Na^+\) = +1, \(Ca^{2+}\) = +2, \(Cl^-\) = -1.
  3. Jumlah biloks atom-atom dalam senyawa netral adalah 0.
  4. Jumlah biloks atom-atom dalam ion poliatomik sama dengan muatan ion tersebut.
  5. Biloks unsur Golongan IA (Li, Na, K, Rb, Cs) dalam senyawa adalah +1.
  6. Biloks unsur Golongan IIA (Be, Mg, Ca, Sr, Ba) dalam senyawa adalah +2.
  7. Biloks Hidrogen (H) dalam senyawa umumnya +1, kecuali dalam hidrida logam (misal NaH, CaH₂) biloks H = -1.
  8. Biloks Oksigen (O) dalam senyawa umumnya -2, kecuali dalam peroksida (misal \(H_2O_2\)) biloks O = -1, dalam superoksida (misal \(KO_2\)) biloks O = -½, dan dalam \(OF_2\) biloks O = +2.

C. Oksidator dan Reduktor

Dalam reaksi redoks, zat-zat yang terlibat memiliki peran tertentu:

  • Oksidator (Zat Pengoksidasi): Zat yang mengalami reduksi (biloksnya turun) dan menyebabkan zat lain teroksidasi.
  • Reduktor (Zat Pereduksi): Zat yang mengalami oksidasi (biloksnya naik) dan menyebabkan zat lain tereduksi.
$$Zn_{(s)} + Cu^{2+}_{(aq)} \rightarrow Zn^{2+}_{(aq)} + Cu_{(s)}$$

Pada reaksi di atas, Zn mengalami oksidasi (0 menjadi +2), maka Zn adalah Reduktor.
\(Cu^{2+}\) mengalami reduksi (+2 menjadi 0), maka \(Cu^{2+}\) adalah Oksidator.

D. Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh 1: Menentukan Biloks Unsur dalam Senyawa

Tentukan bilangan oksidasi atom S dalam senyawa \(H_2SO_4\)!

Diketahui: Senyawa \(H_2SO_4\) (netral). Aturan biloks: H = +1, O = -2.

Ditanya: Biloks S?

Jawab:

Dalam senyawa netral, jumlah total biloks = 0.

$$(2 \times \text{biloks H}) + (1 \times \text{biloks S}) + (4 \times \text{biloks O}) = 0$$ $$(2 \times (+1)) + \text{biloks S} + (4 \times (-2)) = 0$$ $$(+2) + \text{biloks S} + (-8) = 0$$ $$\text{biloks S} - 6 = 0$$ $$\text{biloks S} = +6$$

Jadi, bilangan oksidasi S dalam \(H_2SO_4\) adalah +6.


Contoh 2: Mengidentifikasi Reaksi Redoks

Periksalah apakah reaksi berikut termasuk reaksi redoks atau bukan: \(NaOH + HCl \rightarrow NaCl + H_2O\)

Diketahui: Persamaan reaksi \(NaOH + HCl \rightarrow NaCl + H_2O\).

Ditanya: Apakah ini reaksi redoks?

Jawab:

Kita tentukan biloks setiap unsur sebelum dan sesudah reaksi.

\( \overset{+1}{Na}\overset{-2}{O}\overset{+1}{H} + \overset{+1}{H}\overset{-1}{Cl} \rightarrow \overset{+1}{Na}\overset{-1}{Cl} + \overset{+1}{H_2}\overset{-2}{O} \)

  • Na: di kiri +1, di kanan +1 (Tetap)
  • O: di kiri -2, di kanan -2 (Tetap)
  • H: di kiri +1, di kanan +1 (Tetap)
  • Cl: di kiri -1, di kanan -1 (Tetap)

Karena tidak ada perubahan bilangan oksidasi pada unsur manapun, maka reaksi ini BUKAN reaksi redoks. Ini adalah reaksi penetralan (asam-basa) biasa.


Contoh 3: Menentukan Oksidator dan Reduktor

Diberikan reaksi: \(2Al_{(s)} + 3Sn(NO_3)_{2(aq)} \rightarrow 2Al(NO_3)_{3(aq)} + 3Sn_{(s)}\). Tentukan oksidator dan reduktornya!

Diketahui: Reaksi lengkap di atas.

Ditanya: Oksidator dan Reduktor?

Jawab:

Kita fokus pada unsur yang kemungkinan berubah biloksnya (logamnya). Kita bisa menuliskan persamaan reaksi ion bersihnya untuk memudahkan: \(2Al + 3Sn^{2+} \rightarrow 2Al^{3+} + 3Sn\).

\( \overset{0}{2Al} + \overset{+2}{3Sn^{2+}} \rightarrow \overset{+3}{2Al^{3+}} + \overset{0}{3Sn} \)

  • Al berubah biloks dari 0 menjadi +3 (Kenaikan = Oksidasi).
  • Sn²⁺ berubah biloks dari +2 menjadi 0 (Penurunan = Reduksi).

Kesimpulan:

  • Zat yang mengalami oksidasi adalah Al, maka Reduktor adalah Al.
  • Zat yang mengalami reduksi adalah Sn(NO₃)₂ (atau ion Sn²⁺), maka Oksidator adalah Sn(NO₃)₂.

Contoh 4: Penyetaraan Redoks Metode Setengah Reaksi (Suasana Asam)

Setarakan reaksi berikut dalam suasana asam: \(MnO_4^- + C_2O_4^{2-} \rightarrow Mn^{2+} + CO_2\)

Diketahui: Reaksi ion dalam suasana asam.

Ditanya: Persamaan reaksi setara?

Jawab:

  1. Pisahkan menjadi dua setengah reaksi:
    Reduksi: \(MnO_4^- \rightarrow Mn^{2+}\) (Biloks Mn turun dari +7 ke +2)
    Oksidasi: \(C_2O_4^{2-} \rightarrow CO_2\) (Biloks C naik dari +3 ke +4)
  2. Setarakan atom utama (selain O dan H):
    Reduksi: \(MnO_4^- \rightarrow Mn^{2+}\) (Mn sudah setara)
    Oksidasi: \(C_2O_4^{2-} \rightarrow 2CO_2\) (Setarakan C dengan koefisien 2)
  3. Setarakan atom O dengan menambah H₂O (suasana asam):
    Reduksi: \(MnO_4^- \rightarrow Mn^{2+} + 4H_2O\) (Kiri kurang 4 O)
    Oksidasi: \(C_2O_4^{2-} \rightarrow 2CO_2\) (O sudah setara, 4 di kiri, 4 di kanan)
  4. Setarakan atom H dengan menambah H⁺:
    Reduksi: \(MnO_4^- + 8H^+ \rightarrow Mn^{2+} + 4H_2O\) (Kanan ada 8 H)
    Oksidasi: \(C_2O_4^{2-} \rightarrow 2CO_2\) (H sudah setara/tidak ada)
  5. Setarakan muatan dengan menambah elektron (e⁻):
    Reduksi: \(MnO_4^- + 8H^+ + 5e^- \rightarrow Mn^{2+} + 4H_2O\) (Muatan kiri: -1+8 = +7, Kanan: +2. Selisih 5)
    Oksidasi: \(C_2O_4^{2-} \rightarrow 2CO_2 + 2e^-\) (Muatan kiri: -2, Kanan: 0. Selisih 2)
  6. Samakan jumlah elektron dan jumlahkan reaksi:
    Reduksi (x2): \(2MnO_4^- + 16H^+ + 10e^- \rightarrow 2Mn^{2+} + 8H_2O\)
    Oksidasi (x5): \(5C_2O_4^{2-} \rightarrow 10CO_2 + 10e^-\)
    -------------------------------------------------------------------- (+)
    Hasil Akhir:
    $$2MnO_4^- + 5C_2O_4^{2-} + 16H^+ \rightarrow 2Mn^{2+} + 10CO_2 + 8H_2O$$

Contoh 5: Penyetaraan Redoks Metode PBO (Suasana Basa)

Setarakan reaksi berikut dalam suasana basa: \(Cl_2 + IO_3^- \rightarrow Cl^- + IO_4^-\)

Diketahui: Reaksi dalam suasana basa.

Ditanya: Persamaan reaksi setara menggunakan metode Perubahan Biloks (PBO)?

Jawab:

  1. Tentukan biloks dan unsur yang mengalami perubahan:
    \( \overset{0}{Cl_2} + \overset{+5}{I}O_3^- \rightarrow \overset{-1}{Cl^-} + \overset{+7}{I}O_4^- \)
  2. Setarakan jumlah atom yang biloksnya berubah:
    \( Cl_2 + IO_3^- \rightarrow 2Cl^- + IO_4^- \) (Setarakan Cl di kanan jadi 2)
  3. Hitung total perubahan biloks:
    Cl: dari \(0 \times 2 = 0\) menjadi \(-1 \times 2 = -2\). (Turun 2 / Reduksi)
    I: dari \(+5 \times 1 = +5\) menjadi \(+7 \times 1 = +7\). (Naik 2 / Oksidasi)
  4. Samakan perubahan biloks (kali silang):
    Karena perubahan biloks sudah sama (sama-sama 2), koefisien sementara tidak berubah.
    \( 1Cl_2 + 1IO_3^- \rightarrow 2Cl^- + 1IO_4^- \)
  5. Setarakan muatan dengan menambah OH⁻ (karena basa):
    Muatan di kiri: \(0 + (-1) = -1\)
    Muatan di kanan: \(2(-1) + (-1) = -3\)
    Agar setara, tambahkan 2 OH⁻ di ruas yang lebih positif (kiri).
    \( Cl_2 + IO_3^- + 2OH^- \rightarrow 2Cl^- + IO_4^- \)
  6. Setarakan atom H dengan menambah H₂O:
    Di kiri ada 2 atom H (dari 2OH⁻), di kanan belum ada H. Tambahkan 1 H₂O di kanan.
    \( Cl_2 + IO_3^- + 2OH^- \rightarrow 2Cl^- + IO_4^- + H_2O \)
  7. Cek jumlah atom O:
    Kiri: \(3 + 2 = 5\). Kanan: \(4 + 1 = 5\). (Sudah setara).
    Hasil Akhir:
    $$Cl_2 + IO_3^- + 2OH^- \rightarrow 2Cl^- + IO_4^- + H_2O$$

Pertanyaan Sering Diajukan Seputar Reaksi Redoks

Apa perbedaan mendasar antara metode setengah reaksi dan metode PBO?
Metode setengah reaksi memisahkan reaksi menjadi bagian oksidasi dan reduksi, dan fokus pada penyetaraan elektron. Metode PBO (Perubahan Bilangan Oksidasi) langsung melihat total perubahan biloks pada persamaan utuh dan menyetarakannya tanpa memisahkan reaksi secara eksplisit. Keduanya akan menghasilkan jawaban yang sama jika dilakukan dengan benar.
Bagaimana cara mengetahui suatu reaksi berlangsung dalam suasana asam atau basa jika tidak disebutkan?
Biasanya soal akan menyertakan spesi penanda. Jika dalam reaksi ada \(H^+\), asam (misal HCl, \(H_2SO_4\)), maka itu suasana asam. Jika ada \(OH^-\) atau basa (misal NaOH, KOH), maka itu suasana basa. Jika tidak ada petunjuk sama sekali, kadang reaksi bisa disetarakan di kedua suasana, namun produk sampingnya (\(H_2O\), \(H^+\), \(OH^-\)) akan menyesuaikan.
Apa itu reaksi autoredoks atau disproporsionasi?
Reaksi autoredoks (disproporsionasi) adalah jenis reaksi redoks khusus di mana satu jenis zat (unsur/senyawa) yang sama bertindak sebagai oksidator sekaligus reduktor. Artinya, sebagian zat tersebut mengalami oksidasi, dan sebagian lainnya mengalami reduksi secara bersamaan. Contoh: \(3Cl_2 + 6KOH \rightarrow 5KCl + KClO_3 + 3H_2O\), di sini Cl₂ berubah biloksnya dari 0 menjadi -1 (di KCl) dan menjadi +5 (di KClO₃).

Kuis Pemahaman Reaksi Redoks

Uji pemahamanmu dengan mengerjakan 10 soal pilihan ganda berikut!

1. Berdasarkan konsep pengikatan oksigen, reaksi oksidasi adalah...





2. Bilangan oksidasi atom Mn tertinggi terdapat pada senyawa...





3. Pada reaksi: \(2Na_{(s)} + Cl_{2(g)} \rightarrow 2NaCl_{(s)}\), zat yang bertindak sebagai reduktor adalah...





4. Bilangan oksidasi N dalam ion \(NO_3^-\) adalah...





5. Reaksi berikut yang BUKAN merupakan reaksi redoks adalah...





6. Oksidator adalah zat yang...





7. Dalam penyetaraan reaksi redoks suasana asam, untuk menyetarakan atom Oksigen, kita perlu menambahkan...





8. Diketahui reaksi: \(Cu + 2HNO_3 \rightarrow Cu(NO_3)_2 + H_2\). Perubahan bilangan oksidasi Cu adalah...





9. Pada reaksi disproporsionasi \(Cl_2 + 2NaOH \rightarrow NaCl + NaClO + H_2O\), bilangan oksidasi klorin berubah dari...





10. Untuk menyetarakan muatan pada setengah reaksi \(Cr_2O_7^{2-} + 14H^+ \rightarrow 2Cr^{3+} + 7H_2O\), jumlah elektron yang harus ditambahkan adalah...





Download Latihan Soal & Pembahasan

[Kode Iklan Disini]
File disiapkan... Tunggu 15 detik.
[Kode Iklan Disini]

Featured Post

Daftar Beasiswa Kuliah Sains ke Luar Negeri (Full Funded).

Ilustrasi: Meraih mimpi kuliah gratis di universitas top dunia bukan lagi sekadar angan. ...