Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa larutan garam dapur (NaCl) rasanya asin tapi tidak berbahaya bagi kulit, sedangkan larutan pemutih (yang juga mengandung garam) terasa licin dan merusak kulit?
Jawabannya ada pada peristiwa Hidrolisis Garam. Hidrolisis terjadi ketika kation atau anion dari suatu garam "merobek" molekul air (H2O). Mari kita temukan aturannya dengan simulator di bawah ini!
Cl⁻ + H₂O → (Tidak bereaksi)
💡 Aturan Emas Hidrolisis Garam
Setelah mencoba simulator di atas, kamu pasti sudah menemukan pola rahasianya kan? Ini dia kesimpulannya:
- Garam terbentuk dari reaksi Asam + Basa.
- Siapa yang menentukan Sifat (pH)? Yang KUAT yang menang! Jika pembentuknya Asam Kuat + Basa Lemah, maka garamnya bersifat Asam.
- Siapa yang terhidrolisis (bereaksi dengan air)? Yang LEMAH! Ion dari kation/anion yang lemah akan memecah H2O dan menghasilkan ion H+ (asam) atau OH- (basa).
- Jika Kuat + Kuat, tidak ada yang memecah air (Tidak Terhidrolisis / pH 7). Jika Lemah + Lemah, keduanya memecah air (Hidrolisis Total).