Tampilkan postingan dengan label Mol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mol. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Desember 2024

Hubungan Massa dan Volume Gas: Panduan Cara Mudah Menyelesaikan Soal Lengkap dengan Pembahasan

Stoikiometri adalah cabang kimia yang membahas tentang perhitungan kuantitatif dalam reaksi kimia. Salah satu aspek penting dalam stoikiometri adalah hubungan antara massa dan volume gas. Sebagai contoh, dalam produksi gas seperti oksigen atau hidrogen, kita perlu mengetahui jumlah massa zat yang dibutuhkan untuk menghasilkan volume gas tertentu. Dengan memahami konsep ini, kita dapat menghitung kebutuhan bahan dengan tepat dan mengoptimalkan proses reaksi.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari cara menghitung hubungan massa dan volume gas dengan langkah-langkah yang sistematis. Dilengkapi dengan contoh soal dan pembahasannya, artikel ini bertujuan untuk membantu Anda menguasai perhitungan stoikiometri secara mudah dan efektif.

Perhitungan hubungan massa dan volume gas pada kondisi STP didasarkan pada fakta bahwa 1 mol zat menempati 22.4 liter atau 22400 mL pada kondisi STP. Selain pada kondisi STP, volume gas pada berbagai suhu dan tekanan bisa diubah menjadi massa atau sebaliknya dengan bantuan persamaan berikut:

Mencari massa gas ideal

 



dimana:

P = tekanan (atm)

V = volume (L)

w = massa gas (gram)

M = massa molekul relatif gas (gram/mol)

R = tetapa gas ideal

T = suhu (K)

Contoh Soal 1:

Hitung volume karbon dioksida pada kondisi STP yang dihasilkan dari pemanasan kuat 20 gram kalsium karbonat! (Ar Ca =40 gram/mol; C = 12 gram/mol; O = 16 gram/mol)

Jawabannya:

Pertama-tama tulislah persamaan reaksi setara dari pemanasan kalsium karbonat:

CaCO3 CaO + CO2 

Kemudian tulis massa molekul relatif senyawa:

Mr CaCO3 = (1 x Ar Ca) + (1 x Ar C) + (3 x Ar O) = (1 x 40 gram/mol) + (1 x 12 gram/mol) + (3 x 16 gram/mol) = 100 gram/mol

Hitung mol dari CaCO3 :

Mol CaCO3 = massa/Mr = 20 gram / 100 gram/mol = 0,2 mol

Dari reaksi pemanasan CaCO3, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 1 mol CaCO3 akan menghasilkan 1 mol CO2.

Mol CO2 = (koefisien CO2 / koefisien CaCO3) x mol CaCO3 = (1/1) x 0,2 mol = 0,2 mol

Jadi, volume CO2 pada STP = mol x 22,4 L/mol = 0,2 mol x 22,4 L/mol = 4,48 L

Contoh Soal 2:

Hitunglah volume gas hidrogen yang dihasilkan pada 27oC dan tekanan 760 mmHg dari reaksi 1,2 gram magnesium dengan asam klorida berlebih! (Ar Mg = 24 gram/mol)

Jawabannya:

Reaksi magnesium dengan asam klroida sebagai berikut:

Mg + 2HCl MgCl2 + H2

Hitung mol dari magnesium :

Mol Mg = massa/Ar = 1,2 gram / 24 gram/mol = 0,05 mol

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 1 mol Mg akan bereaksi sempurna dengan HCl menghasilkan 1 mol gas H2.

Mol H2 = (koefisien H2 /koefisien Mg) x mol Mg = (1/1) x 0,05 mol = 0,05 mol

Volume gas H2 dapat dihitung menggunakan rumus:

PV = nRT

Namun, sebelum melakukan perhitungan menggunakan rumus tersebut, kita perlu mengonvesi terlebih dahulu suhu dan tekanan ke satuan yang diinginkan.

760 mmHg = 1 atm

27oC = (27 + 273) K = 300K

PV = nRT

1 atm x V = 0,05 mol x 0,082 L.atm/mol.K x 300 K

V = 1,23 L

Jadi, volume gas H2 yang dihasilkan adalah 1,23 L.

Contoh Soal 3:

Berapa massa CuO yang diperlukan agar bereaksi sempurna dengan 2,8 liter gas H2 pada kondisi STP? (Ar Cu = 63,5 gram/mol; O = 16 gram/mol)

Jawabannya:

Reaksi setara antara CuO dengan H2 sebagai berikut:

CuO + H2 Cu + H2O

Massa molekul relatif CuO:

Mr CuO = (1 x Ar Cu) + (1 x Ar O) = (1 x 63,5 gram/mol) + (1 x 16 gram/mol) = 79,5 gram/mol

Hitung mol dari H2 :

Mol HCl = Volume/22,4 L/mol = 2,8 L / 22,4 L/mol = 0,125 mol

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 1 mol Cu akan bereaksi sempurna dengan 1 mol H2.

Mol Cu = (koefisien Cu / koefisien H2) x mol H2 = (1/1) x 0,125 mol = 0,125 mol

Jadi, massa CuO = mol x Mr = 0,125 mol x 79,5 gram/mol = 9,9375 gram

Contoh Soal 4:

Sebanyak 10 gram sampel kalium klorat (KClO3) terurai sempurna menghasilkan 2,24 liter gas oksigen pada STP. Tentukan persen kemurnian dari kalium klorat. (Ar K = 39 gram/mol; Cl = 35,5 gram/mol; O = 16 gram/mol)

Jawabannya:

Reaksinya penguraian kalium klorat sebagai berikut:

2KClO3  2KCl + 3O2

 

Massa molekul relatif senyawa:

Mr KClO3 = (1 x Ar K) + (1 x Ar Cl) + (3 x Ar O) = (1 x 39 gram/mol) + (1 x 35,5 gram/mol) + (3 x 16 gram/mol)= 122,5 gram/mol 

Hitung mol dari oksigen :

Mol O2 = V/22,4 L/mol = 2,24 L / 22,4 L/mol = 0,1 mol

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 2 mol KClO3 akan terurai sempurna menghasilkan 3 mol O2.

Mol KClO3 = (koefisien KClO3 / koefisien O2) x mol O2 = (2/3) x 0,1 mol = 0,066 mol

Massa KClO3 = mol x Mr = 0,0666 mol x 122,5 gram/mol = 8,1585 gram

%kemurnian KClO3 = massa KClO3 / massa sampel = (8,1585/10) x 100% = 81,585%

Contoh Soal 5:

Berapa volume gas hidrogen yang dihasilkan pada STP dari reaksi logam Zn dengan 50 mL larutan H2SO4 40% (massa jenis larutan H2SO4 = 1,3 g/ml ;  Mr H2SO4 = 98 gram/mol)

Jawabannya:

Pertama-tama kita harus mencari molaritas H2SO4 dengan rumus berikut:

 molaritas, persen dan massa jenis

Lalu hitung mol H2SO4 (konversi satuan volume H2SO4 dari mililiter menjadi liter):

Mol H2SO4 = M x V = 5,306 M x 0,05 L = 0,2653 mol

Tuliskan persamaan reaksi setara antara logam Zn dan H2SO4:

Zn + H2SO4  ZnSO4 + H2

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 1 mol H2SO4 akan bereaksi sempurna dengan logam Zn meghasilkan 1 mol gas H2.

Mol H2 = (koefisien H2 / koefisien H2SO4) x mol H2SO4 = (1/1) x 0,2653 mol = 0,2653 mol

Jadi, V gas H2 pada STP = mol x 22,4 L/mol = 0,2653 mol x 22,4 L/mol = 5,94272 L

Rabu, 11 Desember 2024

Cara Mudah Menentukan Persen Hasil Reaksi Kimia: Panduan Lengkap dengan Contoh Soal

Secara umum, ketika reaksi dilakukan di laboratorium kita tidak benar-benar memperoleh hasil teoritis dari produk. Jumlah produk yang sebenarnya diperoleh disebut hasil aktual. Dengan mengetahui hasil aktual dan hasil teoretis, kita dapat menentukan persen hasil dengan rumus berikut:

 

 

Persen hasil (yield)

Contoh Soal 1:

Sebanyak 7,8 gram sampel C6H6 bereaksi dengan HNO3 berlebih menghasilkan 9,0 gram C6H5NO2. Tentukan persen hasil C6H5NO2 pada eksperimen tersebut!

Jawaban:

Persamaan reaksi setara dari reaksi C6H6 dengan HNO3 yaitu:

C6H6 + HNO3  C6H5NO2 + H2O

Massa molekul relatif senyawa:

Mr C6H6 = (6 x Ar C) + (6 x Ar H) = (6 x 12 gram/mol) + (6 x 1 gram/mol) = 78 gram/mol

Mr C6H5NO2 = (6 x Ar C) + (5 x Ar H) + (1 x Ar N) + (2 x Ar O) = (6 x 12 gram/mol) + (5 x 1 gram/mol) + (1 x 14 gram/mol) + (2 x 16 gram/mol) = 123 gram/mol

 

Hitung mol dari pereaksi yang diketahui massanya yaitu C6H6 :

Mol C6H6 = massa/Mr = 7,8 gram / 78 gram/mol = 0,1 mol

 

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 1 mol C6H6 akan bereaksi sempurna dengan HNO3 menghasilkan 1 mol C6H5NO2.

 

Mol C6H5NO2 = (koefisien C6H5NO2. / koefisien C6H6) x mol C6H6 = (1/1) x 0,1 mol = 0,1 mol

 

Jadi, secara teoritis massa C6H5NO2 yang dihasilkan = mol x Mr = 0,1 mol x 123 gram/mol = 12,3 gram 

 

Hasil aktual C6H5NO2 yang dihasilkan adalah 9,0 gram, maka:

%hasil C6H5NO2 = (9,0 gram / 12,3 gram) x 100% = 73,17%

 

Contoh Soal 2:

Jika 4,8 gram N2F4 dihasilkan ketika 4,0 gram NH3 bereaksi dengan 14,0 gram F2 sesuai reaksi:

2NH3 + 5F2  N2F4 + 6HF

Tentukan persen hasil N2F4!

Jawaban:

Persamaan reaksi setara:

2NH3 + 5F2  N2F4 + 6HF

Massa molekul relatif senyawa:

Mr NH3 = (1 x Ar N + (3 x Ar H) = (1 x 14 gram/mol) + (3 x 1 gram/mol) = 17 gram/mol

Mr F2 = (2 x Ar F) = (2 x 19 gram/mol) = 38 gram/mol

Mr N2F4 = (2 x Ar N + (4 x Ar F) = (2 x 14 gram/mol) + (4 x 19 gram/mol) = 104 gram/mol

 

Hitung mol dari kedua pereaksi yang diketahui massanya :

Mol NH3 = massa/Mr = 4 gram / 17 gram/mol = 0,2353 mol

Mol F2 = massa/Mr = 14 gram / 38 gram/mol = 0,3589 mol

 

Untuk mengetahui zat yang menjadi pereaksi pembatas dan zat yang berlebih, kita harus menguji masing-masing pereaksi dan menganggap salah satu pereaksi sebagai pereaksi pembatas.

Jika NH3 adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol F2 yang bereaksi adalah:

Mol F2 = (koefisien F2 / koefisien NH3) x mol NH3 = (5/2) x 0,2353 mol = 0,58825 mol

Jika F2 adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol NH3 yang bereaksi adalah:

Mol NH3 = (koefisien NH3 / koefisien F2) x mol F2 = (2/5) x 0,3589 mol = 0,14356 mol

 

Perhitungan di atas memperlihatkan bahwa jika NH3 menjadi pereaksi pembatas maka F2 yang bereaksi sebanyak 0,58825 mol, sementara mol F2 yang tersedia adalah 0,3589 mol. Maka hal ini tidak mungkin terjadi. Sehingga zat yang paling mungkin menjadi pereaksi pembatas adalah F2.

 

Mol F2 menjadi acuan jumlah mol N2F4 yang terbentuk:

Mol N2F4 = (koefisien N2F4 / koefisien F2) x mol F2 = (1/5) x 0,3589 mol = 0,07178 mol

Jadi, secara teoritis massa N2F4 yang dihasilkan = mol x Mr = 0,07178 mol x 104 gram/mol = 7,46512 gram 

 

Hasil aktual C6H5NO2 yang dihasilkan adalah 4,8 gram, maka:

%hasil N2F4 = (4,8 gram / 7,46512 gram) x 100% = 64,299%

Cara Menentukan Pereaksi Pembatas: Contoh Soal dan Jawaban

Secara umum, ketika reaksi kimia dilakukan, salah satu dari pereaksi yang digunakan akan melebihi jumlah yang dibutuhkan. Pereaksi yang tidak berlebihan atau habis bereaksi adalah pereaksi yang akan menentukan berapa banyak produk yang dapat diperoleh dan dengan demikian disebut sebagai pereaksi pembatas. Pereaksi yang memberikan jumlah mol produk yang paling sedikit adalah reagen pembatas. Dengan bantuan pereaksi pembatas, jumlah pereaksi berlebih yang telah bereaksi dan jumlah yang tersisa dapat dihitung. Agar dapat dipahami dengan jelas, simak soal berikut :

Contoh Soal 1:

Sebanyak 100 gram sampel kalsium karbonat bereaksi dengan 70 gram asam fosfat. Hitunglah:

(a) Massa kalsium fosfat yang dihasilkan

(b) Massa pereaksi yang tersisa

Jawaban:

(a) Berikut persamaan reaksi setara dari kalsium karbonat dengan asam fosfat:

3CaCO3 + 2H3PO4  Ca3(PO4)2 +3CO2 + 3H2O

Massa molekul relatif senyawa:

Mr CaCO3 = (1 x Ar Ca) + (1 x Ar C) + (3 x Ar O) = (1 x 40 gram/mol) + (1 x 12 gram/mol) + (3 x 16 gram/mol) = 100 gram/mol

Mr H3PO4 = (3 x Ar H) + (1 x Ar P) + (4 x Ar O) = (3 x 1 gram/mol) + (1 x 31 gram/mol) + (4 x 16 gram/mol) = 98 gram/mol

Mr Ca3(PO4)2 = (3 x Ar Ca) + (2 x Ar P) + (3 x Ar O) = (3 x 40 gram/mol) + (2 x 31 gram/mol) + (8 x 16 gram/mol) = 310 gram/mol

 

Hitung mol dari kedua pereaksi yang diketahui massanya :

Mol CaCO3 = massa/Mr = 100 gram / 100 gram/mol = 1 mol

Mol H3PO4 = massa/Mr = 70 gram / 98 gram/mol = 0,7143 mol

 

Untuk mengetahui zat yang menjadi pereaksi pembatas dan zat yang berlebih, kita harus menguji masing-masing pereaksi dan menganggap salah satu pereaksi sebagai pereaksi pembatas.

Jika CaCO3 adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol H3PO4 yang bereaksi adalah:

Mol H3PO4 = (koefisien H3PO4 / koefisien CaCO3) x mol CaCO3 = (2/3) x 1 mol = 2/3 mol

Jika H3PO4 adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol CaCO3 yang bereaksi adalah:

Mol CaCO3 = (koefisien CaCO3 / koefisien H3PO4) x mol H3PO4 = (3/2) x 0,7143 mol = 1,07145 mol

 

Perhitungan di atas memperlihatkan bahwa jika H3PO4 menjadi pereaksi pembatas maka CaCO3 yang bereaksi sebanyak 1,07145 mol, sementara mol CaCO3 yang tersedia adalah 1 mol. Maka hal ini tidak mungkin terjadi. Sehingga zat yang paling mungkin menjadi pereaksi pembatas adalah CaCO3.

 

Mol CaCO3 menjadi acuan jumlah mol kalsium fosfat yang terbentuk:

Mol Ca3(PO4)2 = (koefisien Ca3(PO4)2 / koefisien CaCO3) x mol CaCO3 = (1/3) x 1 mol = 0,33 mol

Jadi, massa Ca3(PO4)2 = mol x Mr = 0,33 mol x 310 gram/mol = 102,3 gram

 

(b) H3PO4 adalah pereaksi yang bersisa. Untuk menghitung massa H3PO4 yang bersisa, maka perlu dihitung massa H3PO4 yang bereaksi:

Massa H3PO4 yang bereaksi = mol H3PO4 yang bereaksi x Mr = 2/3 mol x 98 gram/mol = 65,33 gram

Jadi massa H3PO4 yang bersisa = massa H3PO4 awal - massa H3PO4 yang bereaksi = 70 gram - 65,33 gram = 4,67 gram

 

Contoh Soal 2:

Berapa massa maksimum AI(OH)3 yang dapat dibuat dari reaksi 13,4 gram AlCl3 dengan 10 gram NaOH menurut persamaan berikut:

AlCl3 + 3NaOH  AI(OH)3 + 3NaCl

Jawaban:

Persamaan reaksi setara dari reaksi tersebut adalah:

AlCl3 + 3NaOH  AI(OH)3 + 3NaCl

Massa molekul relatif senyawa:

Mr AlCl3 = (1 x Ar Al) + (3 x Ar Cl) = (1 x 27 gram/mol) + (3 x 35,5 gram/mol) = 133,5 gram/mol

Mr NaOH = (1 x Ar Na) + (1 x Ar O) + (1 x Ar H) = (1 x 23 gram/mol) + (1 x 16 gram/mol) + (1 x 1 gram/mol) = 40 gram/mol

Mr AI(OH)3 = (1 x Ar Al) + (3 x Ar O) + (3 x Ar H) = (1 x 27 gram/mol) + (3 x 16 gram/mol) + (3 x 1 gram/mol) = 78 gram/mol

 

Hitung mol dari kedua pereaksi yang diketahui massanya :

Mol AlCl3 = massa/Mr = 13,4 gram / 133,5 gram/mol = 0,1 mol

Mol NaOH = massa/Mr = 10 gram / 40 gram/mol = 0,25 mol

 

Untuk mengetahui zat yang menjadi pereaksi pembatas dan zat yang berlebih, kita harus menguji masing-masing pereaksi dan menganggap salah satu pereaksi sebagai pereaksi pembatas.

Jika AlCL3 adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol NaOH yang bereaksi adalah:

Mol NaOH = (koefisien NaOH / koefisien AlCl3) x mol AlCl3 = (3/1) x 0,1 mol = 0,3 mol

Jika NaOH adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol AlCl3 yang bereaksi adalah:

Mol AlCl3 = (koefisien AlCl3 / koefisien NaOH) x mol NaOH = (1/3) x 0,25 mol = 0,0833 mol

 

Perhitungan di atas memperlihatkan bahwa jika AlCl3 menjadi pereaksi pembatas maka NaOH yang bereaksi sebanyak 0,3 mol, sementara mol NaOH yang tersedia adalah 0,25 mol. Maka hal ini tidak mungkin terjadi. Sehingga zat yang paling mungkin menjadi pereaksi pembatas adalah NaOH.

 

Mol NaOH menjadi acuan jumlah mol AI(OH)3 yang terbentuk:

Mol AI(OH)3 = (koefisien AI(OH)3 / koefisien NaOH) x mol NaOH = (1/3) x 0,25 mol = 0,0833 mol

Jadi, massa AI(OH)3 maksimum yang dapat terbentuk = mol x Mr = 0,0833 mol x 78 gram/mol = 6,4974 gram.

 

Contoh Soal 3:

200 gram bongkahan marmer dijatuhkan ke dalam 100 g asam klorida. Hitunglah:

(a) Massa bongkahan marmer yang tersisa

(b) Massa kalsium klorida anhidrat dan gas karbon dioksida yang dihasilkan

Jawaban:

(a) Berikut persamaan reaksi setara dari bongkahan marmer (CaCO3) dengan asam klorida:

CaCO3 + 2HCl  CaCl2 + CO2 + H2O

Massa molekul relatif senyawa:

Mr CaCO3 = (1 x Ar Ca) + (1 x Ar C) + (3 x Ar O) = (1 x 40 gram/mol) + (1 x 12 gram/mol) + (3 x 16 gram/mol) = 100 gram/mol

Mr HCl = (1 x Ar H) + (1 x Ar Cl) = (1 x 1 gram/mol) + (1 x 35,5 gram/mol) = 36,5 gram/mol

Mr CaCl2 = (1 x Ar Ca) + (2 x Ar Cl) = (1 x 40 gram/mol) + (2 x 35,5 gram/mol) = 111 gram/mol

 

Hitung mol dari kedua pereaksi yang diketahui massanya :

Mol CaCO3 = massa/Mr = 200 gram / 100 gram/mol = 2 mol

Mol HCl = massa/Mr = 100 gram / 36,5 gram/mol = 2,739 mol

 

Untuk mengetahui zat yang menjadi pereaksi pembatas dan zat yang berlebih, kita harus menguji masing-masing pereaksi dan menganggap salah satu pereaksi sebagai pereaksi pembatas.

Jika CaCO3 adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol HCl yang bereaksi adalah:

Mol HCl = (koefisien HCl / koefisien CaCO3) x mol CaCO3 = (2/1) x 2 mol = 4 mol

Jika HCl adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol CaCO3 yang bereaksi adalah:

Mol CaCO3 = (koefisien CaCO3 / koefisien HCl) x mol HCl = (1/2) x 2,739 mol = 1,3695 mol

 

Perhitungan di atas memperlihatkan bahwa jika CaCO3 menjadi pereaksi pembatas maka HCl yang bereaksi sebanyak 4 mol, sementara mol HCl yang tersedia adalah 2,739 mol. Maka hal ini tidak mungkin terjadi. Sehingga zat yang paling mungkin menjadi pereaksi pembatas adalah HCl.

 

CaCO3 adalah zat yang bersisa. Untuk menghitung massa CaCO3 yang bersisa, maka perlu dihitung massa CaCO3 yang bereaksi:

Massa CaCO3 yang bereaksi = mol CaCO3 yang bereaksi x Mr = 1,3695 mol x 100 gram/mol = 136,95 gram

Jadi massa CaCO3 yang bersisa = massa CaCO3 awal - massa CaCO3 yang bereaksi = 200 gram - 136,95 gram = 63,05 gram

 

 (b) Mol HCl menjadi acuan jumlah mol kalsium klorida anhidrat dan gas CO2 yang terbentuk:

Mol CaCl2 = (koefisien CaCl2 / koefisien HCl) x mol HCl = (1/2) x 2,739 mol = 1,3695 mol

Jadi, massa CaCl2 = mol x Mr = 1,3695 mol x 111 gram/mol = 152,0145 gram

Mol CO2 = (koefisien CO2 / koefisien HCl) x mol HCl = (1/2) x 2,739 mol = 1,3695 mol

Jadi, massa CO2 = mol x Mr = 1,3695 mol x 44 gram/mol = 60,258 gram

Featured Post

Simulator Hidrolisis Garam: Praktikum Virtual Uji Lakmus

Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa larutan garam dapur (NaCl) rasanya asin tapi tidak berbahaya bagi kulit, sedangkan larutan pe...