Jumat, 27 Oktober 2017

SOAL LATIHAN DAN PEMBAHASAN PERSIAPAN OSN 2018 MATERI IKATAN KIMIA

1.    Struktur Lewis berikut ini:
Hasil gambar untuk struktur lewis dari NO2 +
adalah representasi dari
A.   NO2-
B.   NO2+
C.   NO2
D.   NO2+ dan NO2-
E.   NO2, NO2+ dan NO2-
Jawab: B
elektron valensi total NO2 = 5 + 2 x 6 = 17.
Elektron valensi total pada sruktur lewis pada soal di atas adalah 16, sehingga muatan formal senyawa pada struktur lewis di atas adalah 17-16 = +1.
Sehingga senyawa tersebut adalah NO2+.
2.    Diantara senyawa alkana berikut ini yang mempunyai interaksi van der Waals paling tinggi adalah
A.   CH3CH2CH2CH2CH2CH3
B.   CH3CH2CH3
C.   CH3CH2C(CH2)4CH3
D.   CH3CH2CH2CH3
E.   CH3(CH2)3CH3
Jawab: C
Interaksi van der Waals dipengaruhi oleh berat molekul. Semakin tinggi berat molekul semakin tinggi pula interaksi van der Waals.
3.    Jika NaBr larut dalam air, maka jenis gaya antar molekul yang harus diputuskan adalah
A.   Gaya ion-ion
B.   Ikatan-Hidrogen
C.   Gaya ion-dipol
D.   Gaya ion-ion dan ikatan hidrogen
E.   Dipol-dipol
Jawab:D
Ketika NaBr larut dalam air, maka ion Na+ dan Br- masing-masing akan tersolvasi oleh molekul air. Pada keadaan ini, akan terjadi pemutusan gaya ion-ion antara Na+ dan Br- dan ikatan hidrogen antara molekul-molekul air.
4.    Diantara padatan berikut ini, yang memiliki interaksi antarmolekul hanya melalui gaya van der Waals adalah
A.   CO2
B.   SiO2
C.   Cu
D.   MgO
E.   CH3CH2OH
Jawab: A
Molekul CO2 adalah molekul non polar. Molekul non polar hanya memiliki gaya van der Waals.
5.    Jumlah elektron valensi yang terdapat dalam ion oksalat, C2O42- adalah:
A.   2
B.   10
C.   32
D.   34
E.   44
Jawab: D
ev C2O42- = (2 x ev C + 4 x ev O + 2) = (2x4 + 4x6 + 2) = 34
6.    Senyawa berikut ini, manakah yang mempunyai titik didh paling tinggi?
A.   CH3CH2CH2CH2CH2CH3
B.   CH3CH2OH
C.   CH3CH2CH(OH)CH3
D.   CH3CH2(CH2)2CHO
E.   CH3(CH2)5OH
Jawab: E
Secara sederhana kita bisa bandingkan titik didih antar zat berdasarkan kepolarannya dan juga panjang
pendeknya rantai karbon (semakin panjang rantai karbon titik didihnya semakin tinggi), bercabang atau
lurus (dengan jumlah atom C yang sama rantai lurus titik didihnya semakin tinggi). Kepolaran alkohol >
aldehide > alkana demikian juga titik didihnya, semakin polar maka titik didihnya akan semakin tinggi,
karena untuk memutus gaya tarik menarik kutub positif dan negatif antarmolekulnya.
A. CH3CH2CH2CH2CH2CH3 (alkana suku ke–6);
B. CH3CH2OH (alkohol suku ke–2);
C. CH3CH2CH(OH)CH3 (alkohol skunder suku ke–4);
D. (CH3CH2(CH2)2CHO)Aldehida suku ke–5;
E. (CH3(CH2)5OH) alkohol primer suku ke–6
Jadi alternatif E memiliki titik didih paling tinggi.
7.    Apakah bentuk molekul IF5?
A.   Oktahedral
B.   Bipiramida trigonal
C.   Piramida segiempat
D.   Pyramidal trigonal
E.   Segiempat datar
Jawab: C
Notasi AX5E adalah IF5 yang memiliki bentuk molekul piramida segiempat
8.    Berapa banyak ikatan sigma dan pi pada senyawa

A.   8 sigma dan 7 pi
B.   11 sigma dan 3 pi
C.   8 sigma dan 3 pi
D.   11 sigma dan 4 pi
E.   10 sigma dan 3 pi
Jawab:
1 Ikatan tunggal = 1 ikatan sigma
1 Ikatan rangkap = 1 ikatan sigma dan 1 ikatan pi
Sehingga jumlah ikatan sigma = 11 dan jumlah ikatan pi = 3
9.    Ketika campuran di bawah ini dicampurkan manakah yang akan memisah menjadi 2 lapisan?
A.   Etanol dan metanol
B.   CCl4 dan metanol
C.   CCl4 dan heksana
D.   Heksana dan pentana
E.   CCl4 dan pentana
Jawab: B
Kelarutan suatu senyawa ditentukan berdasarkan prinsip “like disolved like” yaitu senyawa akan larut dalam senyawa yang sejenis. Senyawa polar larut dalam senyawa polar dan senyawa nonpolar larut dalam senyawa nonpolar. Dua senyawa yang tidak sejenis ketika dicampurkan maka akan terbentuk 2 lapisan.
Etanol = polar
Metanol = polar
CCl4 = non polar
Heksana = non polar
Pentana = non polar
Jadi campuran yang membentuk 2 lapisan adalah campuran antara CCl4 dan metanol.
10. Satu dari struktur resonansi ion OCN- yang digambarkan di bawah ini

                                                :Ö̤−C≡N:

Muatan formal untuk setiap atom dalam struktur resonansi di atas adalah:
A.   Atom O = -1, atom C = -1, dan atom N = +1
B.   Atom O = 0, atom C = 0, dan atom N = -1
C.   Atom O = -1, atom C = 0, dan atom N = 0
D.   Atom O = 0, atom C = 0, dan atom N = 0
E.   Atom O = +1, atom C = 0, dan atom N = -2
Jawab: C
MF O = EV– EB– ½ EI = 6 – 6 – ½ (2) = -1
MF C = EV – EB – ½ EI = 4 – 0 – ½ (8) = 0
MF N = EV – EB – ½ EI = 5 – 2 – ½ (6) = 0
11. 1.    Dari kelompok senyawa berikut ini manakah yang tidak mematuhi aturan oktet?
A.   NH3, PH3, SO3
B.   H2O, CH2Cl2, CO2
C.   BF3, SF4, ICl3
D.   NO2-, SO32-, SCN-
E.   HOCl, Cl2CO, N2H4
Jawab: C
 Hasil gambar untuk struktur lewis BF3 SF4 dan ICl3-
Atom B memiliki 6 elektron (tidak mematuhi aturan oktet)
Hasil gambar untuk struktur lewis BF3 SF4 dan ICl3-
Atom S memiliki 10 elektron (tidak mematuhi aturan oktet)
Hasil gambar untuk struktur lewis BF3 SF4 dan ICl3-
Atom I memiliki 10 elektron (tidak mematuhi aturan oktet)
12. Pasangan berikut ini manakah molekul yang memiliki bentuk geometri sama?
A.   AlCl3 dan BCl3                     C. BF3 dan NH3                        E. CO2 dan SO2
B.   AlCl3 dan PCl3                     D. BeCl2 dan H2O
Jawab:
Hasil gambar untuk struktur lewis AlCl3 Hasil gambar untuk struktur lewis BF3 SF4 dan ICl3-
AlCl3 dan BCl3 memiliki geometri molekul yang sama yaitu trigonal planar atau segitiga datar. 

Selasa, 24 Oktober 2017

SOAL LATIHAN DAN PEMBAHASAN OSN 2018 MATERI STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

1.    Spesi ion   mempunyai :
A. 17 proton, 17 neutron, dan 16 elektron     
B. 17 proton, 17 neutron, dan 20 elektron    
C. 16 proton, 21 neutron, dan 17 elektron
D. 17 proton, 17 neutron, dan 18 elektron
E. 17 proton, 20 neutron, dan 18 elektron
Jawab: E
Proton (z) = 17
Neutron (n) = A – z = 37 – 17 =20
Elektron (e) = 17 + 1 = 18

2.    Manakah set bilangan kuantum yang diperbolehkan untuk sebuah elektron (n, l, m, s):
A.   1, 1, 0, ½                               C. 2, 1, -1, -1/2                      E. 3, 2, -3, ½
B.   2, 1, 0, 0                                D. 2, 1, 2, ½
Jawab: C
A: n=1 (kulit pertama) dan l=1 (subkulit p), pada kulit pertama tidak terdapat subkulit p (tidak diperbolehkan)
B: nilai s = 0 (tidak diperbolehkan), nilai s=+1/2 atau s=-1/2
C: n=2 (kulit ke-2), l=1 (subkulit p), m=-1, dan s = -1/2 atau 2p4 (diperbolehkan)
D: l=1 (subkulit p) dan m=2 (tidak diperbolehkan), nilai m untuk subkulit p berkisar -1, 0, +1
E: l=2 (subkulit d) dan m=3 (tidak diperbolehkan), nilai m untuk subkulit d berkisar -2, -1, 0, +1, +2

3.    Berikut ini adalah urutan jari-jari ion yang benar, kecuali: (No. atom O = 8, F = 9, P = 15, K = 19, Se = 34, Br = 35, I = 53)
A.   Al3+ < Mg2+ < Na+                 C. K+ < Cl- < Se2-                  E. Cl- < Br- < I-
B.   O2- < F- < Na+                       D. Cl- < S2- < P3-
Jawab: B
Ion O2- , F- , dan Na+ memiliki jumlah kulit yang sama yaitu 2 kulit. Apabila jumlah kulit sama, maka jari-jari kation lebih kecil daripada jari-jari anion dan jari-jari anion yang memiliki muatan negatif paling besar memiliki jari-jari paling besar. Sehingga urutan seharusnya Na+ < F- < O2-.

4.    Berikut ini adalah nilai energi ionisasi pertama sampai kelima suatu unsur berturut-turut: 577, 1820, 2740, 11600, 14800. Apakah konfigurasi elektron unsur tersebut?
  1. 1s2 2s2 2p6 3s1                      C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1          E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
  2. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4               D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3
Jawab: C
577       1820   2740   11600

1820-577 = 1243

2740-1820 = 920
11600-2740 = 8860
 Energi ionisasi ketiga dan keempat memiliki selisih yang sangat besar yaitu 8860 kJ. Sehingga unsur tersebut hanya memiliki 3 elektron valensi (C).

5.    Manakah di antara unsur berikut yang memiliki energi ionisasi kedua yang tertinggi?
A. Na (Z = 11)     C. Mg (Z = 12)           E. Al (Z = 13)
B. S (Z = 16)        D. Cl (Z = 17)
Jawab: A
Na (Z = 11) memiliki energi ionisasi kedua tertinggi karena Na hanya memiliki satu elektron valensi

6.    Berikut ini manakah urutan kenaikan energi ionisasi pertama yang benar? (Si, Z = 14)
A. Na < Mg < Al < Si < P < S < Cl                   D. Na < Mg < Al < Si < S < P < Cl
B. Cl < S < P < Si < Al < Mg < Na                   E. Na < Al < Mg < Si < S < P < Cl
C. Na < Al < Mg < Si < P < S < Cl
Jawab: A
Kecenderungan energi ionisasi dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar.

7.  Anda sedang melakukan identifikasi isotop unsur X. Unsur X tersebut ternyata mempunyai 2 jenis isotop yaitu 378X dengan massa 377,99 amu dan 383X dengan massa 382,98 amu. Bila massa rata rata unsur X adalah 379,64 amu, tentukanlah komposisi kelimpahan isotop unsur X tersebut.
A. 378X = 70,9% ; dan 383X = 29,1%    D. 378X = 66,9% ; dan 383X =33,1%
B. 378X = 56,7% ; dan 383X = 43,3%    E. 378X = 48,6% ; dan 383X =51,4%
C. 378X = 39,4% ; dan 383X = 60,6%
Jawab:
37964 = 377,99x + 38298 – 382,98x
37964 = 38298 – 4,99x
4,99x = 38298 – 37964
4,99x = 334
X = 66,9
Jadi komposisi unsur 378X adalah 66,9% dan 383X adalah (100-66,9)% = 33,1%.

Selasa, 08 Agustus 2017

PENGENALAN ILMU KIMIA

“Tak kenal maka tak sayang”. Itulah pepatah yang hampir kita semua mengetahui dan setuju dengan pepatah tersebut. Ya, kita tidak mungkin suka, tertarik ataupun sayang terhadap sesuatu yang belum kita kenal. Rasa suka akan timbul jika kita sudah mengetahui hakikat dari sesuatu tersebut. Inilah yang mungkin sedang terjadi pada ilmu Kimia. Banyak orang yang belum kenal hakikat dari ilmu kimia yang sebenarnya. Sehingga banyak orang yang memahami bahwa kimia itu adalah berbahaya. Kata “kimia” identik dengan hal-hal yang negatif menurut pemikiran kebanyakan orang.

Apabila disebut ‘bahan kimia” maka akan muncul dalam pemikiran kebanyakan orang (yang belum paham akan kimia) bahwa itu adalah bahan yang sangat berbahaya, misalnya “hati-hati dengan bahan kimia karena dapat berbahaya bagi kesehatan”. Hal tersebut sedikit banyak ada benarnya, namun tidak semua bahan kimia merupakan bahan berbahaya yang harus dihindari.

Sebagai contoh..Siapa dari kita yang tidak butuh air? Air yang kita minum adalah contoh sederhana dari bahan kimia. Air memiliki rumus molekul H2O. Nasi yang kita makan mengandung karbohidrat, gula pasir (C12H22O11), oksigen (O2) yang kita hirup, minyak goreng dan garam dapur (NaCl) adalah bahan-bahan yang sangat dekat dan bermanfaat bagi kita. Jadi,apa yang dimaksud dengan ilmu kimia? Untuk itu, agar kita semua bisa mengetahui hakikat ilmu kimia, berikut saya akan memaparkan tentang “Ilmu Kimia dan Peranannya” yang saya rangkum dari berbagai sumber.

Ilmu Kimia dan Peranannya

lmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari struktur dan sifat materi (zat), perubahan materi (zat) dan energi yang menyertai perubahan tersebut. Ilmu kimia sering disebut sebagai pusat ilmu pengetahuan, sebab ilmu kimia dibutuhkan untuk mempelajari ilmu lainnya, fisika,biologi, geografi, lingkungan hidup, geologi, kesehatan dan kedokteran, sejarah dan bahkan proses hukumpun membutuhkan ilmu kimia.

Terdapat lima bidang utama yang akan saya paparkan, yaitu kesehatan dan kedokteran,energi dan lingkungan, teknologi bahan (material technology), bidang pangan dan pertanian, serta penegakan hukum dan masalah sosial.

Kesehatan dan Kedokteran

Siapa sih dari kita yang tidak ingin sehat? Semua orang ingin selalu sehat. Slogan “mencegah lebih baik daripada mengobati” adalah hal yang paling tepat untuk kita terapkan. Menjaga diri dari pola hidup yang buruk agar kesehatan tetap terjaga. Namun, jika Qodarullah, Allah telah menghendaki kita untuk sakit maka pilihan kita adalah berusaha mencari obat yang bisa menjadi sebab kesembuhan kita atas izin Allah.

Usaha preventif yang dilakukan manusia adalah menciptakan vaksin untuk penyakit-penyakit menular yang disebabkan virus atau bakteri. Ilmuwan pengembang vaksin tersebut membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang ilmu kimia untuk menjelaskan struktur virus secara kimiawi. Beberapa penyakit baru misalnya AIDS, membutuhkan obat-obatan jenis baru pula. Semuanya itu memerlukan riset yang panjang serta kerja sama (kolaborasi) dari berbagai disiplin ilmu, dimana ilmu kimia mempunyai peranan yang utama.

Energi dan Lingkungan

Secara teoritis, energi merupakan produk dari proses kimia, dan kebutuhan akan energi selalu meningkat dari waktu ke waktu. Sumber energi utama di dunia saat ini adalah energi fosil (minyak bumi dan batu bara) yang diperkirakan akan habis pada 50 – 100 tahun yang akan datang. Hal ini menjadi tugas para ahli kimia untuk menemukan sumber energi alternatif untuk mengatasi krisis energi yang mungkin terjadi di waktu yang akan datang.

cerdasbersamakimia.blogspot.com


Energi matahari merupakan energi yang menjanjikan untuk digunakan sebagai sumber energi alternatif. Jumlah energi matahari yang masuk ke bumi setiap tahun mencapai sepuluh kali lipat dibanding seluruh energi yang disumbangkan oleh batu bara, minyak dan gas alam, serta energi nuklir dari uranium. Energi matahari tersebut banyak yang terbuang percuma karena memantul kembali ke luar angkasa tanpa termanfaatkan. Melalui sel surya (photovoltaic cell), energi matahari dapat diubah menjadi energi listrik. Para ahli kimia telah mengembangkan sel surya yang semakin efisien untuk menghasilkan listrik. Diperkirakan, pada tahun 2050 sel surya akan dapat memenuhi 50% kebutuhan listrik dunia.

Energi nuklir merupakan energi alternatif yang telah dikembangkan oleh para ahli kimia dan sudah digunakan di berbagai negara, misalnya Perancis, Amerika Serikat, dan Jepang. Akan tetapi, limbah energi nuklir ini dapat membahayakan lingkungan dan kehidupan manusia jika tidak ditangani dengan baik. Pemanfaatan energi nuklir memerlukan kehati-hatian seta kedisiplinan yang tinggi dari para operatornya.

Pemanfaatan energi fosil (minyak bumi, gas dan batu bara) dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. Gas karbon dioksida yang dihasilkan pada pembakaran bahan bakar fosil berakibat terjadinya efek rumah kaca (green-house effects), yaitu meningkatnya suhu permukaan bumi akibat cahaya matahari yang jatuh ke bumi tidak dapat memantul kembali ke luar angkasa karena tertahan oleh gas-gas rumah kaca,misalnya gas karbon dioksida, freon, dan oksida nitrogen. Sumbangan terbesar dari penyebab efek rumah kaca adalah penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor. Oleh karena itu, para ahli kimia melakukan penelitian untuk menciptaka baterai yang bisa menyimpan dan menghasilkan energi listrik yang cukup besar dan lama untuk menggerakkan, mobil listrik.

Teknologi Bahan

Bermodal pemahaman yang baik tentang struktur zat, para ahli kimia berperan penting dalam penemuan material-material baru yang mendukung perkembangan teknologi. Penemuan bahan-bahan baru dari para ahli kimia telah mengubah wajah dunia pada abad ini, misalnya penemuan polimer karet, plastik, nilon, dan fiber-glass telah mewarnai kehidupan manusia mulai dari cara berpakaian sampai cara mengemas barang.

cerdasbersamakimia.blogspot.com


Bahan Pangan dan Pertanian
 
Pangan adalah kebutuhan primer manusia yang dihasilkan dari industri pertanian. Apakah yang akan terjadi bila pertumbuhan produksi pangan kalah cepat dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk dunia? Untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk maka produksi bahan pangan harus dioptimalkan sebab jumlah lahan pertanian tidak bertambah tetapi justru mengalami kecenderungan penurunan. Pemaanfaatan lahan pertanian yang terus-menerus dan tanpa pola tanam yang benar akan berakibat tanah menjadi kurang subur dan mengakibatkan produksi hasil pertanian tidak maksimal.

cerdasbersamakimia.blogspot.com

Oleh karena itu, para ahli kimia berusaha menciptakan pupuk sintesis yang baik sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian tanpa merusak lingkungan.

Penegakan Hukum dan Masalah Sosial

Masih ingatkah kita akan kasus “kopi sianida”? Dengan bantuan para saksi ahli (kimia) mengungkap adanya kandungan sianida pada kopi dan lambung korban. Sehingga berkat informasi dari para ahli kimia dapat membantu hakim dalam memutuskan hukuman bagi terdakwa.

cerdasbersamakimia.blogspot.com



Selain itu, kasus penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi negara kita. Salah satu upaya pencegahannya adalah memutuskan mata rantai peredaran dan penggunaannya. Seseorang yang dicurigai sebagai pengguna dan pengedar narkoba dapat dites menggunakan alat uji khusus. Alat deteksi tersebut didasarkan pada reaksi-reaksi kimia khas, yang dikembangkan oleh para ahli kimia. Alat tersebut berbentuk pita atau stik yang dicelupkan ke dalam urin seseorang yang akan diperiksa. Jika warnanya berubah menjadi biru maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Senin, 09 Januari 2017

Pendahuluan Mekanisme Reaksi Senyawa Organik

Pendahuluan

Reaksi kimia adalah suatu perubahan dari suatu senyawa atau molekul menjadi senyawa lain atau molekul lain. Reaksi kimia yang terjadi pada senyawa anorganik berbeda dengan reaksi kimia yang terjadi pada senyawa organik. Perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan jenis ikatan yang membentuk senyawa tersebut. Reaksi yang terjadi pada senyawa anorganik biasanya merupakan reaksi antar-ion, sedangkan reaksi pada senyawa organik biasanya dalam bentuk molekul. Struktur organik ditandai dengan adanya ikatan kovalen antara atom-atom molekulnya. Oleh karena itu, reaksi kimia pada senyawa organik ditandai dengan adanya pemutusan ikatan kovalen dan pembentukan ikatan kovalen yang baru.

Proses pemutusan ikatan kovalen dan pembentukan ikatan kovalen yang baru membutuhkan waktu yang sangat lama tergantung pada kondisi saat berlangsungnya suatu reaksi. Perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom pada ikatan kovalen yang relatif kecil membuat ikatannya cukup kuat sehingga membutuhkan energi yang cukup besar untuk memutuskannya. Suhu dan tekanan yang cukup tinggi mungkin akan diperlukan dalam proses ini. Proses (pemutusan ikatan dan pembentukan ikatan baru) ini mungkin saja terjadi secara terpisah, seperti pada reaksi yang berlangsung secara bertahap (stepwise reaction)atau dapat berlangsung serentak (concerted reaction).

Pada reaksi yang berlangsung dalam beberapa tahap (langkah) untuk menghasilkan suatu senyawa, dikenal istilah intermediet atau zat antara yang terjadi sebelum produk dihasilkan. Intermediet merupakan suatu zat yang diduga mungkin terbentuk selama proses reaksi berlangsung. Intermediet ada yang dapat diisolasi dan ada juga yang tidak dapat diisolasi. Sedangkan pada reaksi yang berlangsung concerted atau serentak biasanya membentuk suatu kompleks teraktifkan atau keadaan transmisi yang tidak dapat diisolasi.

Studi yang mempelajari terjadinya pemutusan dan pembentukan ikatan, waktu reaksi, urutan reaksi, pergerakan elektron, dan kecepatan relatif setiap tahapan disebut mekanisme reaksi.

Pemutusan Homolitik dan Heterolitik

Suatu senyawa kovalen yang terdiri dari unsur A dan B dapat ditulis sebagai A-B atau A:B. Ikatan kovalen yang terbentuk antara A dan B dapat mengalami pemutusan dengan 2 cara. Pertama adalah pemutusan dengan cara homolisis yaitu pemutusan yang terjadi karena unsur A dan B memiliki perbedaan keelektronegatifan yang relatif kecil (senyawa nonpolar). Ketika mengalami pemutusan, A dan B masing-masing membawa elektron ikatan. Pemutusan ini menghasilkan unsur yang bersifat radikal (unsur yang memiliki satu elektron yang tak berpasangan / bebas). Pemutusan homolitik dapat digambarkan sebagai berikut :


Pemutusan yang kedua adalah pemutusan yang terjadi pada senyawa polar dimana unsur-unsur yang berikatan memiliki perbedaan kelektronegatifan yang relatif besar. Ketika senyawa polar AB mengalami pemutusan ikatan, maka unsur yang memiliki keelektronegatifan paling besar akan membawa elektron ikatan. Pemutusan dengan cara ini mengasilkan ion. Reaksi pemutusan heterolitik sebagai berikut :


Elektorifilik dan Nukleofilik

Bagian yang sangat penting dari mekanisme reaksi dan wajib kita ketahui adalah reagen elektrofil dan nukleofil. Reagen elektrofil (reagen yang menyukai elektron) adalah reagen yang kekurangan elektron sehingga cenderung untuk mencari elektron. Reagen elektrofil umumnya bermuatan positif namun ada juga elektrofil yang bermuatan netral. Berikut beberapa elektrofil positif dan elektrofil netral :


Elektrofil positif Elektrofil netral
proton H+ aluminium tetraklorida
ion kloronium boron trifluorida
ion bromonium zink klorida
ion nitronium sulfur trioksida
ion nitrosonium klorida asam
ion karbonium karbena



Reagen nukleofilik (nukleofil) adalah reagen yang mempunyai pasangan elektron bebas. Reagen nukleofil mempunyai kecenderungan bereaksi dengan substrat yang kekurangan elektron. Nukleofil ada dua macam yaitu nukleofil negatif dan nukleofil netral. Nukleofil negatif yaitu nukleofil yang membawa pasangan elektron dan muatan negatif. Jika muatan negatif berada pada atom karbon disebut karbanion. Sedangkan nukleofil netral yaitu nukleofil yang kaya akan elektron namun tidak bermuatan. Contoh H2O dan NH3.



Ion Karbonim

Suatu senyawa karbon yang mengikat atom yang lebih elektronegatif, jika diputuskan melalui mekanisme heterolisis akan menghasilkan atom yang bermuatan negatif dan menarik elektron ikaan, sedangkan atom karbon akan kehilangan elektronnya. Pada keadaan ini karbon akan mempunyai muatan positif dan disebut ion karbonium.


Urutan kestabilan ion karbonium dapat terlihat dalam urutan kestabilan ion karbonium di bawah ini.


Ion Karbena

Ion karbena (R2C:) adalah suatu molekul nertal yang mempunyai atom karbon bervalensi dua sehingga hanya mempunyai enam elektron pada kulit terluarnya. Karbena sangat reaktif sehingga hanya merupakan suatu intermediet dan sulit untuk diisolasi. Karena hanya memiliki enam elektron pada kulit terluar, maka karbena kekurangan elektron atau bersifat elektrofilik (menyukai elektron). Ini menyebabkan karbena sangat mudah bereaksi dengan nukleofil (ikatan rangkap). Pada keadaan ini, reaksi berlangsung dalam satu langkah tanpa intermediet.Urutan kereaktifan karbena sebagai berikut.

Featured Post

Simulator Hidrolisis Garam: Praktikum Virtual Uji Lakmus

Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa larutan garam dapur (NaCl) rasanya asin tapi tidak berbahaya bagi kulit, sedangkan larutan pe...