Jika pada sel volta kita mempelajari bagaimana reaksi kimia dapat menghasilkan listrik secara spontan, kini kita akan membalik prosesnya. Bagaimana jika kita ingin memaksa reaksi yang tidak spontan agar tetap terjadi? Jawabannya adalah Sel Elektrolisis. Prinsip ini sangat penting dalam industri, mulai dari pemurnian logam, penyepuhan emas (electroplating), hingga produksi gas klorin. Artikel ini akan membahas tuntas prinsip kerja, aturan reaksi di elektroda, hukum Faraday, serta contoh soal dan pembahasannya.
Konsep Dasar Sel Elektrolisis
Berbeda dengan sel volta, sel elektrolisis membutuhkan "dorongan" energi dari luar.
Sel Elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menggunakan energi listrik dari sumber luar (seperti baterai atau power supply) untuk menjalankan reaksi redoks yang tidak spontan.
Dalam sel elektrolisis, energi listrik diubah menjadi energi kimia.
Komponen dan Prinsip Kerja
Komponen utamanya mirip dengan sel volta, namun dengan perbedaan krusial pada muatan elektrodanya:
- Sumber Arus Searah (DC): Berfungsi memompa elektron.
- Katoda (Kutub Negatif): Dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus. Tempat terjadinya Reduksi (penangkapan elektron). Ingat: KNAP (Katoda Negatif, Anoda Positif).
- Anoda (Kutub Positif): Dihubungkan dengan kutub positif sumber arus. Tempat terjadinya Oksidasi (pelepasan elektron).
- Elektrolit: Zat yang dapat menghantarkan listrik (lelehan atau larutan ionik).
Aturan Reaksi di Elektroda (PENTING!)
Tidak semua ion dalam elektrolit akan bereaksi. Ada aturan kompetisi berdasarkan nilai potensial reduksinya. Berikut ringkasannya:
1. Reaksi di Katoda (Reduksi Kation)
Katoda menarik ion positif (kation). Aturannya bergantung pada jenis kation dan bentuk elektrolitnya (lelehan/larutan).
- Jika bentuk LELEHAN (cairan murni tanpa air): Kation logam apapun akan tereduksi menjadi logamnya.
Contoh: Na+(l) + e- → Na(l) - Jika bentuk LARUTAN (ada air):
- Kation Logam Aktif (Gol IA, IIA, Al, Mn): Air (H2O) yang akan tereduksi, bukan logamnya.
Reaksi: 2H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq) - Kation Logam Lain (selain di atas, misal Cu, Ag, Ni, Zn): Kation logam tersebut yang tereduksi.
Contoh: Cu2+(aq) + 2e- → Cu(s)
- Kation Logam Aktif (Gol IA, IIA, Al, Mn): Air (H2O) yang akan tereduksi, bukan logamnya.
2. Reaksi di Anoda (Oksidasi Anion/Elektroda)
Anoda menarik ion negatif (anion). Reaksi di sini bergantung pada jenis elektroda yang dipakai dan jenis anionnya.
- Cek Jenis Elektroda Dulu!
- Elektroda Inert (C, Pt, Au): Elektroda TIDAK ikut bereaksi. Lihat anionnya:
- Anion sisa asam oksi (SO42-, NO3-, PO43-): Air (H2O) yang teroksidasi.
Reaksi: 2H2O(l) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e- - Anion Halida (Cl-, Br-, I-): Anion tersebut teroksidasi.
Contoh: 2Cl-(aq) → Cl2(g) + 2e- - Anion Basa (OH-): 4OH-(aq) → 2H2O(l) + O2(g) + 4e-
- Anion sisa asam oksi (SO42-, NO3-, PO43-): Air (H2O) yang teroksidasi.
- Elektroda NON-INERT (selain C, Pt, Au, misal Cu, Ag, Ni): Elektroda anoda itu sendiri yang akan teroksidasi (larut). Anion dalam larutan tidak bereaksi.
Contoh Anoda Cu: Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e-
- Elektroda Inert (C, Pt, Au): Elektroda TIDAK ikut bereaksi. Lihat anionnya:
Hukum Faraday (Aspek Kuantitatif)
Untuk menghitung jumlah zat yang dihasilkan selama elektrolisis, kita menggunakan Hukum Faraday.
$$w = \frac{e \cdot i \cdot t}{96500}$$ atau $$w = e \cdot F$$
Keterangan:
w = massa zat yang dihasilkan (gram)
e = massa ekivalen = (Ar atau Mr) / (jumlah elektron yang terlibat/valensi)
i = kuat arus (Ampere)
t = waktu (detik)
F = jumlah listrik dalam Faraday (1 F = 1 mol elektron = 96500 Coulomb)
$$\frac{w_1}{w_2} = \frac{e_1}{e_2}$$
Contoh Soal dan Pembahasan
Contoh Soal 1: Elektrolisis Lelehan
Tuliskan reaksi yang terjadi pada elektrolisis lelehan natrium klorida (NaCl) dengan elektroda karbon!
Pembahasan:
Elektrolit: Lelehan NaCl → Na+(l) + Cl-(l) (Tidak ada air).
Elektroda: Karbon (Inert).
- Katoda (-): Menarik kation Na+. Karena bentuk lelehan, Na+ langsung tereduksi.
Reaksi: Na+(l) + e- → Na(l) - Anoda (+): Menarik anion Cl-. Elektroda inert, Cl- adalah anion halida, maka ia teroksidasi.
Reaksi: 2Cl-(l) → Cl2(g) + 2e-
Reaksi Sel Total: (Setarakan elektron)
K: 2Na+(l) + 2e- → 2Na(l)
A: 2Cl-(l) → Cl2(g) + 2e-
--------------------------------------- (+)
Total: 2Na+(l) + 2Cl-(l) → 2Na(l) + Cl2(g)
Contoh Soal 2: Elektrolisis Larutan dengan Elektroda Inert
Tuliskan reaksi yang terjadi pada elektrolisis larutan kalium sulfat (K2SO4) dengan elektroda platina (Pt)!
Pembahasan:
Elektrolit: Larutan K2SO4 → 2K+(aq) + SO42-(aq) (Ada pelarut air).
Elektroda: Pt (Inert).
- Katoda (-): Menarik kation K+. K adalah logam aktif (Gol IA). Maka air yang tereduksi.
Reaksi: 2H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq) - Anoda (+): Menarik anion SO42-. Elektroda inert, anion adalah sisa asam oksi. Maka air yang teroksidasi.
Reaksi: 2H2O(l) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-
Pada kasus ini, baik kation maupun anion tidak bereaksi, hanya air yang terelektrolisis menghasilkan gas H2 di katoda dan O2 di anoda.
Contoh Soal 3: Elektrolisis Larutan dengan Elektroda Non-Inert
Tuliskan reaksi pada elektrolisis larutan CuSO4 jika digunakan elektroda Tembaga (Cu) pada anoda dan katoda!
Pembahasan:
Elektrolit: Larutan CuSO4 → Cu2+(aq) + SO42-(aq) (Ada air).
Elektroda: Cu (Non-Inert).
- Katoda (-): Menarik kation Cu2+. Cu bukan logam aktif, maka Cu2+ tereduksi.
Reaksi: Cu2+(aq) + 2e- → Cu(s) (Endapan tembaga menempel di katoda) - Anoda (+): Elektroda Cu adalah non-inert. Maka elektroda Cu itu sendiri yang teroksidasi (larut). Anion SO42- dan air tidak bereaksi.
Reaksi: Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e- (Anoda tembaga terkikis)
Catatan: Proses ini serupa dengan prinsip penyepuhan (electroplating) seperti diagram di atas, dimana anoda larut dan logam mengendap di katoda.
Contoh Soal 4: Penerapan Hukum Faraday I
Ke dalam larutan AgNO3 dialirkan arus listrik sebesar 5 Ampere selama 1930 detik. Hitunglah massa endapan perak (Ag) yang terbentuk di katoda! (Ar Ag = 108)
Pembahasan:
Diketahui:
i = 5 A
t = 1930 s
Ar Ag = 108
Reaksi reduksi Ag: Ag+ + 1e- → Ag (valensi/jumlah elektron = 1).
Maka, e = Ar/valensi = 108/1 = 108.
Gunakan Hukum Faraday I:
Jadi, massa endapan perak yang terbentuk adalah 10,8 gram.
Contoh Soal 5: Menghitung Volume Gas (Hukum Faraday)
Elektrolisis larutan NaCl menghasilkan gas hidrogen di katoda. Jika arus yang digunakan 10 A selama 965 detik, hitung volume gas H2 yang dihasilkan pada keadaan standar (STP)!
Pembahasan:
Reaksi di katoda (reduksi air): 2H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq).
Dari reaksi, 1 mol gas H2 setara dengan 2 mol elektron.
Langkah 1: Hitung jumlah mol elektron (Faraday) yang mengalir.
Langkah 2: Hitung mol H2 menggunakan perbandingan koefisien dengan mol elektron.
Langkah 3: Hitung volume STP.
Jadi, volume gas H2 yang dihasilkan adalah 1,12 Liter.
Kuis Interaktif: Uji Pemahaman Sel Elektrolisis
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari 10 soal di bawah ini. Nilai Anda akan muncul otomatis setelah menekan tombol "Cek Nilai". Selamat mengerjakan!
Hasil Kuis Anda
Skor: 0 / 100
Tidak ada komentar:
Posting Komentar