Kamis, 01 Januari 2026

Laporan Praktikum Sel Elektrolisis: Elektrolisis Larutan KI dan Na2SO4

Teori tentang sel elektrolisis sudah kita pelajari, kini saatnya membuktikannya di laboratorium! Praktikum Sel Elektrolisis adalah salah satu eksperimen kimia yang paling menarik secara visual. Anda akan melihat bagaimana arus listrik dapat memecah larutan bening menjadi berwarna kuning kecoklatan, menghasilkan gelembung gas, hingga mengubah indikator warna menjadi merah muda. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap laporan praktikum Anda, mulai dari prosedur kerja hingga analisis reaksi kimia yang terjadi.

Tujuan Percobaan

  1. Mengamati perubahan yang terjadi pada anoda dan katoda selama proses elektrolisis.
  2. Menuliskan reaksi redoks yang terjadi pada elektrolisis larutan KI dan \(Na_2SO_4\).
  3. Menganalisis hasil elektrolisis menggunakan indikator asam-basa (Fenolftalein) dan amilum.
Prinsip Dasar: Dalam elektrolisis larutan, kation dan anion akan berkompetisi dengan molekul air untuk mengalami reduksi di katoda dan oksidasi di anoda sesuai deret potensial reduksinya.

Eksperimen 1: Elektrolisis Larutan Kalium Iodida (KI)

A. Alat dan Bahan

  • Tabung U (Pipa U)
  • Elektroda Karbon (2 buah)
  • Sumber arus DC (Baterai 9V atau Power Supply)
  • Kabel dan penjepit buaya
  • Pipet tetes
  • Larutan KI 0,5 M
  • Indikator Fenolftalein (PP)
  • Indikator Amilum (Kanji)

B. Langkah Kerja

  1. Isi tabung U dengan larutan KI hingga 2 cm dari mulut tabung.
  2. Pasang elektroda karbon pada kedua mulut tabung, hubungkan dengan sumber arus (Kutub Positif = Anoda, Kutub Negatif = Katoda).
  3. Nyalakan arus dan amati perubahan selama ± 5 menit.
  4. Matikan arus.
  5. Uji Katoda (Kutub -): Ambil sedikit larutan dari ruang katoda, tetesi dengan indikator Fenolftalein (PP). Amati perubahan warna.
  6. Uji Anoda (Kutub +): Ambil sedikit larutan dari ruang anoda, tetesi dengan larutan Amilum. Amati perubahan warna.

C. Hasil Pengamatan & Analisis

Elektroda Pengamatan Fisik Analisis Kimia
Katoda (-) - Banyak gelembung gas.
- Larutan tetap bening.
- Ditetesi PP: Berubah menjadi Merah Muda (Pink).
Kation \(K^+\) (Gol IA) kalah dengan air. Air tereduksi menghasilkan gas \(H_2\) dan ion \(OH^-\).
Sifat basa (\(OH^-\)) membuat indikator PP jadi merah.
Anoda (+) - Larutan berubah warna menjadi Kuning Kecoklatan.
- Ditetesi Amilum: Berubah menjadi Biru Tua/Hitam.
Anion \(I^-\) teroksidasi menjadi molekul Iodine (\(I_2\)). Warna kuning adalah ciri khas \(I_2\). Amilum mendeteksi adanya Iodine.
Reaksi Sel Elektrolisis Larutan KI:

Katoda (-): \( 2H_2O(l) + 2e^- \rightarrow H_2(g) + 2OH^-(aq) \)
Anoda (+): \( 2I^-(aq) \rightarrow I_2(aq) + 2e^- \)
---------------------------------------------------------- (+)
Total: \( 2H_2O(l) + 2I^-(aq) \rightarrow H_2(g) + 2OH^-(aq) + I_2(aq) \)

Eksperimen 2: Elektrolisis Larutan Natrium Sulfat (\(Na_2SO_4\))

A. Langkah Kerja Singkat

  1. Isi tabung U dengan larutan \(Na_2SO_4\).
  2. Sebelum elektrolisis, tetesi kedua mulut tabung dengan indikator universal atau indikator alam.
  3. Elektrolisis selama 5 menit. Amati gelembung dan perubahan warna indikator di kedua kutub.

B. Hasil Pengamatan & Analisis

Pada eksperimen ini, kita akan melihat kompetisi air melawan ion-ion "kuat".

Elektroda Pengamatan Reaksi
Katoda (-) Muncul gelembung gas. Jika diberi indikator, area ini bersifat Basa. Reduksi Air:
\( 2H_2O + 2e^- \rightarrow H_2 + 2OH^- \)
Anoda (+) Muncul gelembung gas. Jika diberi indikator, area ini bersifat Asam. Oksidasi Air:
\( 2H_2O \rightarrow 4H^+ + O_2 + 4e^- \)

Kesimpulan: Pada elektrolisis larutan \(Na_2SO_4\), sebenarnya yang terelektrolisis hanyalah Air (H2O). Ion \(Na^+\) dan \(SO_4^{2-}\) hanya bertindak sebagai penghantar listrik (ion spektator). Gas yang dihasilkan adalah Hidrogen di katoda dan Oksigen di anoda dengan perbandingan volume 2:1.

Pertanyaan Diskusi (FAQ Praktikum)

Mengapa digunakan elektroda karbon (grafit)?
Karbon adalah elektroda Inert (tidak mudah bereaksi). Jika kita menggunakan elektroda logam seperti Tembaga atau Seng di anoda, elektroda tersebut akan ikut larut/teroksidasi dan mengganggu hasil pengamatan gas/warna larutan.
Apa fungsi penambahan amilum pada hasil anoda KI?
Amilum (pati) adalah indikator spesifik untuk Iodium ($I_2$). Jika larutan mengandung $I_2$, penambahan amilum akan membentuk kompleks warna biru tua hingga hitam pekat. Ini membuktikan bahwa oksidasi $I^-$ menjadi $I_2$ telah terjadi.
Mengapa pada elektrolisis KI, di katoda muncul warna merah muda?
Karena di katoda terjadi reduksi air yang menghasilkan ion hidroksida ($OH^-$). Ion ini bersifat Basa. Indikator fenolftalein (PP) akan berubah warna dari bening menjadi merah muda (pink) dalam suasana basa.

Download Lembar Kerja Praktikum (LKP)

Unduh format laporan sementara dan lembar kerja praktikum siap cetak (PDF) untuk kegiatan di laboratorium.

File disiapkan... Tunggu 15 detik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Laporan Praktikum Sel Elektrolisis: Elektrolisis Larutan KI dan Na2SO4

Teori tentang sel elektrolisis sudah kita pelajari, kini saatnya membuktikannya di laboratorium! Praktikum Sel ...