Rabu, 14 Februari 2018

Pergeseran Kesetimbangan (Pengaruh Konsentrasi, Volume dan Tekanan)

Bila pada kesetimbangan kimia yang sedang berlangsung diganggu, akan terjadi pergeseran ke kiri dan ke kanan sampai tercapai kesetimbangan baru.

Hubungan antara reaksi yang timbul pada sistem dengan aksi yang dilakukan, dirumuskan oleh Le Chatelier sebagai berikut.
 
Bila pada sistem kesetimbangan yang sedang berlangsung dilakukan suatu aksi, akan timbul reaksi dari sistem untuk memperkecil pengaruh aksi tadi.



1.    Perubahan Konsentrasi

Bila dalam kesetimbangan kimia yang sedang berlangsung konsentrasi salah satu zat ditambah, kesetimbangan bergeser dari zat yang ditambah.

Contoh pada kesetimbangan:


Setimbang 1                      0,8          0,6        1,5          0,5
Penambahan                     +1
Pergeseran                       -x            -2x         +3x         +x
Setimbang 2                   (1,8-x)    (0,6-2x)  (1,5+3x)  (0,5+x)

Aksi menambah A, reaksi mengurangi A dan B/menambah C dan D
Bila ingin menghitung harga X.
Hitung harga tetapan kesetimbangan mula-mula dan harga tetapan kesetimbangan kedua. Buat persamaan K1 = K2, akan diperoleh harga X, pilih x positif yang kurang dari 0,3. Mengapa?

Contoh soal

Dalam ruang 6 L pada P dan T tertentu terdapat dalam keadaan setimbang 0,8 mol gas H2, 0,5 mol gas Cl2 dan 0,6 mol gas HCl. Ke dalam ruang dimasukkan 0,2 mol gas H2 pada suhu yang sama. Tentukan susunan kesetimbangan yang baru.

Penyelesaian:

Reaksi:             
Setimbang (1)      0,8          0,5             0,6
Penambahan       +0,2
Pergeseran          -x            -x               +2x    
Setimbang (2)    (1-x)         (0,5-x)      (0,6+2x)

Harga K mula-mula:


Harga K sekarang:


Karena suhu tetap, harga K tetap
Kmula-mula = Ksekarang

x1 =0,023 dan x2 = -1,23 (TM)

Jadi susunan kesetimbangan baru:
H2 = (1-0,023) mol = 0,97 mol
Cl2 = (0,5-0,023) mol = 0,47 mol
HCl = (0,6+0,046) mol = 0,646 mol

2.    Perubahan volume

Jika dalam kesetimbangan kimia yang sedang berlangsung volume ruang dipebesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang jumlah koefisiennya besar.

Contoh

Pada kesetimbangan  

Setimbang 1 (vol 5 L)           4           9             5            8
Vol jadi 8 L
Pergeseran                          -x           -2x         +3x        +4x
Setimbang 2 (vol 8L)         (4-x)   (9-2x)        (5+3x)    (8+4x)

Aksi memperbesar ruang
Reaksi: memperkecil ruang dengan cara memperbanyak partikel zat
Mencari harga x: hitung harga K mula-mula dan K baru, buat persamaan
Kmula-mula = Ksekarang, pilih harga x yang kurang dari 4, mengapa?

Contoh Soal

Dalam ruang 5 L pada suhu tertentu terdapat dalam keadaan setimbang 0,6 mol gas NH3, 0,8 mol gas HCl dan 1,2 mol uap NH4Cl. Jika pada suhu tetap volume ruang dibesarkan menjadi 15 L. Tentukan susunan gas-gas pada keadaan setimbang yang baru.

Penyelesaian:

Reaksi kesetimbangan:           
   

Setimbang 1 (V=5L)              0,6             0,8              1,2 
Volume diperbesar jadi 15 L
Pergeseran                            +x              +x                -x
Setimbang 2 (V=15L)            (0,6+x)     (0,8+x)         (1,2-x)

Harga K mula-mula:

Harga K sekarang:


Karena suhu tetap, harga K tetap

Kmula-mula = Ksekarang


x1 =0,32 dan x2 = -2,9 (TM,negatif)

Jadi susunan kesetimbangan baru:
NH3 = (0,6+0,32) mol = 0,92 mol
HCl = (0,8+0,32) mol = 1,12 mol
NH4Cl = (1,2-0,32) mol = 0,88 mol

Catatan:

Faktor perubahan volume tidak berpengaruh pada kesetimbangan dengan jumlah koefisien kiri dan kanan sama besar.
Contoh: H2(g) + I2(g)  2HI(g)   (koefisien kiri = koefisien kanan = 2)
Perubahan volume dan tekanan berkebalikan, bila volume diperbesar identik dengan tekanan diperkecil.
Jadi pada kesetimbangan yang sedang berlangsung, jika tekanan ruang diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang jumlah koefisiennya lebih kecil,dan sebaliknya.

Jumat, 27 Oktober 2017

SOAL LATIHAN DAN PEMBAHASAN PERSIAPAN OSN 2018 MATERI IKATAN KIMIA

1.    Struktur Lewis berikut ini:
Hasil gambar untuk struktur lewis dari NO2 +
adalah representasi dari
A.   NO2-
B.   NO2+
C.   NO2
D.   NO2+ dan NO2-
E.   NO2, NO2+ dan NO2-
Jawab: B
elektron valensi total NO2 = 5 + 2 x 6 = 17.
Elektron valensi total pada sruktur lewis pada soal di atas adalah 16, sehingga muatan formal senyawa pada struktur lewis di atas adalah 17-16 = +1.
Sehingga senyawa tersebut adalah NO2+.
2.    Diantara senyawa alkana berikut ini yang mempunyai interaksi van der Waals paling tinggi adalah
A.   CH3CH2CH2CH2CH2CH3
B.   CH3CH2CH3
C.   CH3CH2C(CH2)4CH3
D.   CH3CH2CH2CH3
E.   CH3(CH2)3CH3
Jawab: C
Interaksi van der Waals dipengaruhi oleh berat molekul. Semakin tinggi berat molekul semakin tinggi pula interaksi van der Waals.
3.    Jika NaBr larut dalam air, maka jenis gaya antar molekul yang harus diputuskan adalah
A.   Gaya ion-ion
B.   Ikatan-Hidrogen
C.   Gaya ion-dipol
D.   Gaya ion-ion dan ikatan hidrogen
E.   Dipol-dipol
Jawab:D
Ketika NaBr larut dalam air, maka ion Na+ dan Br- masing-masing akan tersolvasi oleh molekul air. Pada keadaan ini, akan terjadi pemutusan gaya ion-ion antara Na+ dan Br- dan ikatan hidrogen antara molekul-molekul air.
4.    Diantara padatan berikut ini, yang memiliki interaksi antarmolekul hanya melalui gaya van der Waals adalah
A.   CO2
B.   SiO2
C.   Cu
D.   MgO
E.   CH3CH2OH
Jawab: A
Molekul CO2 adalah molekul non polar. Molekul non polar hanya memiliki gaya van der Waals.
5.    Jumlah elektron valensi yang terdapat dalam ion oksalat, C2O42- adalah:
A.   2
B.   10
C.   32
D.   34
E.   44
Jawab: D
ev C2O42- = (2 x ev C + 4 x ev O + 2) = (2x4 + 4x6 + 2) = 34
6.    Senyawa berikut ini, manakah yang mempunyai titik didh paling tinggi?
A.   CH3CH2CH2CH2CH2CH3
B.   CH3CH2OH
C.   CH3CH2CH(OH)CH3
D.   CH3CH2(CH2)2CHO
E.   CH3(CH2)5OH
Jawab: E
Secara sederhana kita bisa bandingkan titik didih antar zat berdasarkan kepolarannya dan juga panjang
pendeknya rantai karbon (semakin panjang rantai karbon titik didihnya semakin tinggi), bercabang atau
lurus (dengan jumlah atom C yang sama rantai lurus titik didihnya semakin tinggi). Kepolaran alkohol >
aldehide > alkana demikian juga titik didihnya, semakin polar maka titik didihnya akan semakin tinggi,
karena untuk memutus gaya tarik menarik kutub positif dan negatif antarmolekulnya.
A. CH3CH2CH2CH2CH2CH3 (alkana suku ke–6);
B. CH3CH2OH (alkohol suku ke–2);
C. CH3CH2CH(OH)CH3 (alkohol skunder suku ke–4);
D. (CH3CH2(CH2)2CHO)Aldehida suku ke–5;
E. (CH3(CH2)5OH) alkohol primer suku ke–6
Jadi alternatif E memiliki titik didih paling tinggi.
7.    Apakah bentuk molekul IF5?
A.   Oktahedral
B.   Bipiramida trigonal
C.   Piramida segiempat
D.   Pyramidal trigonal
E.   Segiempat datar
Jawab: C
Notasi AX5E adalah IF5 yang memiliki bentuk molekul piramida segiempat
8.    Berapa banyak ikatan sigma dan pi pada senyawa

A.   8 sigma dan 7 pi
B.   11 sigma dan 3 pi
C.   8 sigma dan 3 pi
D.   11 sigma dan 4 pi
E.   10 sigma dan 3 pi
Jawab:
1 Ikatan tunggal = 1 ikatan sigma
1 Ikatan rangkap = 1 ikatan sigma dan 1 ikatan pi
Sehingga jumlah ikatan sigma = 11 dan jumlah ikatan pi = 3
9.    Ketika campuran di bawah ini dicampurkan manakah yang akan memisah menjadi 2 lapisan?
A.   Etanol dan metanol
B.   CCl4 dan metanol
C.   CCl4 dan heksana
D.   Heksana dan pentana
E.   CCl4 dan pentana
Jawab: B
Kelarutan suatu senyawa ditentukan berdasarkan prinsip “like disolved like” yaitu senyawa akan larut dalam senyawa yang sejenis. Senyawa polar larut dalam senyawa polar dan senyawa nonpolar larut dalam senyawa nonpolar. Dua senyawa yang tidak sejenis ketika dicampurkan maka akan terbentuk 2 lapisan.
Etanol = polar
Metanol = polar
CCl4 = non polar
Heksana = non polar
Pentana = non polar
Jadi campuran yang membentuk 2 lapisan adalah campuran antara CCl4 dan metanol.
10. Satu dari struktur resonansi ion OCN- yang digambarkan di bawah ini

                                                :Ö̤−C≡N:

Muatan formal untuk setiap atom dalam struktur resonansi di atas adalah:
A.   Atom O = -1, atom C = -1, dan atom N = +1
B.   Atom O = 0, atom C = 0, dan atom N = -1
C.   Atom O = -1, atom C = 0, dan atom N = 0
D.   Atom O = 0, atom C = 0, dan atom N = 0
E.   Atom O = +1, atom C = 0, dan atom N = -2
Jawab: C
MF O = EV– EB– ½ EI = 6 – 6 – ½ (2) = -1
MF C = EV – EB – ½ EI = 4 – 0 – ½ (8) = 0
MF N = EV – EB – ½ EI = 5 – 2 – ½ (6) = 0
11. 1.    Dari kelompok senyawa berikut ini manakah yang tidak mematuhi aturan oktet?
A.   NH3, PH3, SO3
B.   H2O, CH2Cl2, CO2
C.   BF3, SF4, ICl3
D.   NO2-, SO32-, SCN-
E.   HOCl, Cl2CO, N2H4
Jawab: C
 Hasil gambar untuk struktur lewis BF3 SF4 dan ICl3-
Atom B memiliki 6 elektron (tidak mematuhi aturan oktet)
Hasil gambar untuk struktur lewis BF3 SF4 dan ICl3-
Atom S memiliki 10 elektron (tidak mematuhi aturan oktet)
Hasil gambar untuk struktur lewis BF3 SF4 dan ICl3-
Atom I memiliki 10 elektron (tidak mematuhi aturan oktet)
12. Pasangan berikut ini manakah molekul yang memiliki bentuk geometri sama?
A.   AlCl3 dan BCl3                     C. BF3 dan NH3                        E. CO2 dan SO2
B.   AlCl3 dan PCl3                     D. BeCl2 dan H2O
Jawab:
Hasil gambar untuk struktur lewis AlCl3 Hasil gambar untuk struktur lewis BF3 SF4 dan ICl3-
AlCl3 dan BCl3 memiliki geometri molekul yang sama yaitu trigonal planar atau segitiga datar. 

Featured Post

Simulator Hidrolisis Garam: Praktikum Virtual Uji Lakmus

Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa larutan garam dapur (NaCl) rasanya asin tapi tidak berbahaya bagi kulit, sedangkan larutan pe...