Titrasi adalah teknik "seni" dalam kimia. Sedikit saja kelebihan meneteskan larutan, warna akan berubah drastis dan percobaan gagal. Tapi tenang, di Lab Virtual ini, kamu tidak perlu takut memecahkan alat gelas mahal!
Tujuan praktikum ini adalah menentukan Konsentrasi HCl menggunakan larutan standar NaOH. Kuncinya adalah kesabaran. Perhatikan perubahan warna indikator Fenolftalein (PP) dengan seksama.
⚗️ Simulasi: Titrasi Asam Kuat - Basa Kuat
Cara Main: Tambahkan indikator dulu. Teteskan NaOH perlahan. Hentikan tepat saat warna berubah menjadi Merah Muda (Pink) Seulas. Jika terlalu merah, berarti gagal (lewat titik akhir).
Data Percobaan
Volume HCl = 25 mL
Konsentrasi = ??? M
Larutan NaOH = 0.1 M
Indikator = Fenolftalein
๐ Laporan Praktikum
Titrasi selesai! Hitung konsentrasi HCl berdasarkan volume NaOH yang kamu dapatkan.
Rumus: Ma × Va = Mb × Vb
๐ Materi: Kurva Titrasi Asam Kuat - Basa Kuat
Titrasi yang kamu lakukan di atas adalah jenis penetralan paling dasar. Indikator Fenolftalein (PP) dipilih karena rentang pH perubahan warnanya (8.3 - 10.0) cocok untuk mendeteksi lonjakan pH yang tajam pada titik ekuivalen.
- Titik Ekuivalen: Saat mol asam = mol basa. Untuk Asam Kuat + Basa Kuat, pH = 7.
- Titik Akhir Titrasi: Saat indikator berubah warna secara permanen. Ini terjadi sedikit setelah titik ekuivalen (sedikit berlebih basa).
- Rumus Pengenceran: V1 M1 = V2 M2
Ingin mencoba tantangan yang lebih "meledak"? Coba mainkan Game Penjinak Bom Kimia (Hitung pH) atau pelajari Konsep Titrasi Asam Basa di artikel lainnya.