Rabu, 11 Desember 2024

Cara Menentukan Pereaksi Pembatas: Contoh Soal dan Jawaban

Secara umum, ketika reaksi kimia dilakukan, salah satu dari pereaksi yang digunakan akan melebihi jumlah yang dibutuhkan. Pereaksi yang tidak berlebihan atau habis bereaksi adalah pereaksi yang akan menentukan berapa banyak produk yang dapat diperoleh dan dengan demikian disebut sebagai pereaksi pembatas. Pereaksi yang memberikan jumlah mol produk yang paling sedikit adalah reagen pembatas. Dengan bantuan pereaksi pembatas, jumlah pereaksi berlebih yang telah bereaksi dan jumlah yang tersisa dapat dihitung. Agar dapat dipahami dengan jelas, simak soal berikut :

Contoh Soal 1:

Sebanyak 100 gram sampel kalsium karbonat bereaksi dengan 70 gram asam fosfat. Hitunglah:

(a) Massa kalsium fosfat yang dihasilkan

(b) Massa pereaksi yang tersisa

Jawaban:

(a) Berikut persamaan reaksi setara dari kalsium karbonat dengan asam fosfat:

3CaCO3 + 2H3PO4  Ca3(PO4)2 +3CO2 + 3H2O

Massa molekul relatif senyawa:

Mr CaCO3 = (1 x Ar Ca) + (1 x Ar C) + (3 x Ar O) = (1 x 40 gram/mol) + (1 x 12 gram/mol) + (3 x 16 gram/mol) = 100 gram/mol

Mr H3PO4 = (3 x Ar H) + (1 x Ar P) + (4 x Ar O) = (3 x 1 gram/mol) + (1 x 31 gram/mol) + (4 x 16 gram/mol) = 98 gram/mol

Mr Ca3(PO4)2 = (3 x Ar Ca) + (2 x Ar P) + (3 x Ar O) = (3 x 40 gram/mol) + (2 x 31 gram/mol) + (8 x 16 gram/mol) = 310 gram/mol

 

Hitung mol dari kedua pereaksi yang diketahui massanya :

Mol CaCO3 = massa/Mr = 100 gram / 100 gram/mol = 1 mol

Mol H3PO4 = massa/Mr = 70 gram / 98 gram/mol = 0,7143 mol

 

Untuk mengetahui zat yang menjadi pereaksi pembatas dan zat yang berlebih, kita harus menguji masing-masing pereaksi dan menganggap salah satu pereaksi sebagai pereaksi pembatas.

Jika CaCO3 adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol H3PO4 yang bereaksi adalah:

Mol H3PO4 = (koefisien H3PO4 / koefisien CaCO3) x mol CaCO3 = (2/3) x 1 mol = 2/3 mol

Jika H3PO4 adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol CaCO3 yang bereaksi adalah:

Mol CaCO3 = (koefisien CaCO3 / koefisien H3PO4) x mol H3PO4 = (3/2) x 0,7143 mol = 1,07145 mol

 

Perhitungan di atas memperlihatkan bahwa jika H3PO4 menjadi pereaksi pembatas maka CaCO3 yang bereaksi sebanyak 1,07145 mol, sementara mol CaCO3 yang tersedia adalah 1 mol. Maka hal ini tidak mungkin terjadi. Sehingga zat yang paling mungkin menjadi pereaksi pembatas adalah CaCO3.

 

Mol CaCO3 menjadi acuan jumlah mol kalsium fosfat yang terbentuk:

Mol Ca3(PO4)2 = (koefisien Ca3(PO4)2 / koefisien CaCO3) x mol CaCO3 = (1/3) x 1 mol = 0,33 mol

Jadi, massa Ca3(PO4)2 = mol x Mr = 0,33 mol x 310 gram/mol = 102,3 gram

 

(b) H3PO4 adalah pereaksi yang bersisa. Untuk menghitung massa H3PO4 yang bersisa, maka perlu dihitung massa H3PO4 yang bereaksi:

Massa H3PO4 yang bereaksi = mol H3PO4 yang bereaksi x Mr = 2/3 mol x 98 gram/mol = 65,33 gram

Jadi massa H3PO4 yang bersisa = massa H3PO4 awal - massa H3PO4 yang bereaksi = 70 gram - 65,33 gram = 4,67 gram

 

Contoh Soal 2:

Berapa massa maksimum AI(OH)3 yang dapat dibuat dari reaksi 13,4 gram AlCl3 dengan 10 gram NaOH menurut persamaan berikut:

AlCl3 + 3NaOH  AI(OH)3 + 3NaCl

Jawaban:

Persamaan reaksi setara dari reaksi tersebut adalah:

AlCl3 + 3NaOH  AI(OH)3 + 3NaCl

Massa molekul relatif senyawa:

Mr AlCl3 = (1 x Ar Al) + (3 x Ar Cl) = (1 x 27 gram/mol) + (3 x 35,5 gram/mol) = 133,5 gram/mol

Mr NaOH = (1 x Ar Na) + (1 x Ar O) + (1 x Ar H) = (1 x 23 gram/mol) + (1 x 16 gram/mol) + (1 x 1 gram/mol) = 40 gram/mol

Mr AI(OH)3 = (1 x Ar Al) + (3 x Ar O) + (3 x Ar H) = (1 x 27 gram/mol) + (3 x 16 gram/mol) + (3 x 1 gram/mol) = 78 gram/mol

 

Hitung mol dari kedua pereaksi yang diketahui massanya :

Mol AlCl3 = massa/Mr = 13,4 gram / 133,5 gram/mol = 0,1 mol

Mol NaOH = massa/Mr = 10 gram / 40 gram/mol = 0,25 mol

 

Untuk mengetahui zat yang menjadi pereaksi pembatas dan zat yang berlebih, kita harus menguji masing-masing pereaksi dan menganggap salah satu pereaksi sebagai pereaksi pembatas.

Jika AlCL3 adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol NaOH yang bereaksi adalah:

Mol NaOH = (koefisien NaOH / koefisien AlCl3) x mol AlCl3 = (3/1) x 0,1 mol = 0,3 mol

Jika NaOH adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol AlCl3 yang bereaksi adalah:

Mol AlCl3 = (koefisien AlCl3 / koefisien NaOH) x mol NaOH = (1/3) x 0,25 mol = 0,0833 mol

 

Perhitungan di atas memperlihatkan bahwa jika AlCl3 menjadi pereaksi pembatas maka NaOH yang bereaksi sebanyak 0,3 mol, sementara mol NaOH yang tersedia adalah 0,25 mol. Maka hal ini tidak mungkin terjadi. Sehingga zat yang paling mungkin menjadi pereaksi pembatas adalah NaOH.

 

Mol NaOH menjadi acuan jumlah mol AI(OH)3 yang terbentuk:

Mol AI(OH)3 = (koefisien AI(OH)3 / koefisien NaOH) x mol NaOH = (1/3) x 0,25 mol = 0,0833 mol

Jadi, massa AI(OH)3 maksimum yang dapat terbentuk = mol x Mr = 0,0833 mol x 78 gram/mol = 6,4974 gram.

 

Contoh Soal 3:

200 gram bongkahan marmer dijatuhkan ke dalam 100 g asam klorida. Hitunglah:

(a) Massa bongkahan marmer yang tersisa

(b) Massa kalsium klorida anhidrat dan gas karbon dioksida yang dihasilkan

Jawaban:

(a) Berikut persamaan reaksi setara dari bongkahan marmer (CaCO3) dengan asam klorida:

CaCO3 + 2HCl  CaCl2 + CO2 + H2O

Massa molekul relatif senyawa:

Mr CaCO3 = (1 x Ar Ca) + (1 x Ar C) + (3 x Ar O) = (1 x 40 gram/mol) + (1 x 12 gram/mol) + (3 x 16 gram/mol) = 100 gram/mol

Mr HCl = (1 x Ar H) + (1 x Ar Cl) = (1 x 1 gram/mol) + (1 x 35,5 gram/mol) = 36,5 gram/mol

Mr CaCl2 = (1 x Ar Ca) + (2 x Ar Cl) = (1 x 40 gram/mol) + (2 x 35,5 gram/mol) = 111 gram/mol

 

Hitung mol dari kedua pereaksi yang diketahui massanya :

Mol CaCO3 = massa/Mr = 200 gram / 100 gram/mol = 2 mol

Mol HCl = massa/Mr = 100 gram / 36,5 gram/mol = 2,739 mol

 

Untuk mengetahui zat yang menjadi pereaksi pembatas dan zat yang berlebih, kita harus menguji masing-masing pereaksi dan menganggap salah satu pereaksi sebagai pereaksi pembatas.

Jika CaCO3 adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol HCl yang bereaksi adalah:

Mol HCl = (koefisien HCl / koefisien CaCO3) x mol CaCO3 = (2/1) x 2 mol = 4 mol

Jika HCl adalah pereaksi pembatas, maka jumlah mol CaCO3 yang bereaksi adalah:

Mol CaCO3 = (koefisien CaCO3 / koefisien HCl) x mol HCl = (1/2) x 2,739 mol = 1,3695 mol

 

Perhitungan di atas memperlihatkan bahwa jika CaCO3 menjadi pereaksi pembatas maka HCl yang bereaksi sebanyak 4 mol, sementara mol HCl yang tersedia adalah 2,739 mol. Maka hal ini tidak mungkin terjadi. Sehingga zat yang paling mungkin menjadi pereaksi pembatas adalah HCl.

 

CaCO3 adalah zat yang bersisa. Untuk menghitung massa CaCO3 yang bersisa, maka perlu dihitung massa CaCO3 yang bereaksi:

Massa CaCO3 yang bereaksi = mol CaCO3 yang bereaksi x Mr = 1,3695 mol x 100 gram/mol = 136,95 gram

Jadi massa CaCO3 yang bersisa = massa CaCO3 awal - massa CaCO3 yang bereaksi = 200 gram - 136,95 gram = 63,05 gram

 

 (b) Mol HCl menjadi acuan jumlah mol kalsium klorida anhidrat dan gas CO2 yang terbentuk:

Mol CaCl2 = (koefisien CaCl2 / koefisien HCl) x mol HCl = (1/2) x 2,739 mol = 1,3695 mol

Jadi, massa CaCl2 = mol x Mr = 1,3695 mol x 111 gram/mol = 152,0145 gram

Mol CO2 = (koefisien CO2 / koefisien HCl) x mol HCl = (1/2) x 2,739 mol = 1,3695 mol

Jadi, massa CO2 = mol x Mr = 1,3695 mol x 44 gram/mol = 60,258 gram

Selasa, 10 Desember 2024

Cara Mudah dan Sistematis Mencari Massa Zat Dalam Reaksi Kimia

Secara umum, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan perhitungan mencari massa zat dalam reaksi kimia:

a. Menulis persamaan reaksi setara dari suatu reaksi kimia.

b. Menulis massa molekul relatif (Mr) dari setiap senyawa baik reaktan maupun produk. Massa molekul relatif dihitung berdasarkan data massa atom relatif (Ar) dari setiap unsur dalam senyawa.

c. Menghitung jumlah mol dari senyawa yang diketahui massanya.

d. Menulis perbandingan mol dari setiap senyawa dengan berpatokan pada koefisien reaksi.

e. Menghitung jumlah mol senyawa yang dicari dengan melihat perbandingan koefisien antara senyawa yang dicari dengan senyawa yang sudah diketahui molnya.

f. Menghitung massa senyawa yang dicari dengan mengalikan mol senyawa yang dicari dengan massa molekul relatifnya.

Contoh Soal 1:

Diketahui reaksi kimia berikut:

H2 + O2 → H2O

Jika massa salah satu reaktan yaitu oksigen (O2) adalah 64 gram, maka berapakah massa dari produk H2O yang dihasilkan jika semua oksigen habis bereaksi?

Jawabannya:

Pertama-tama tulislah persamaan reaksi setara dari reaksi tersebut:

2H2 + O2 2H2O

Kemudian tulis massa molekul relatif senyawa:

Mr O2 = 2 x Ar O = 2 x 16 gram/mol = 32 gram/mol

Mr H2O = (2 x Ar H) + (1 x Ar O) = (2 x 1 gram/mol) + (1 x 16 gram/mol) = 18 gram/mol

Hitung mol dari zat yang diketahui massanya yaitu oksigen (O2) :

Mol O2 = massa/Mr = 64 gram / 32 gram/mol = 2 mol

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 1 mol O2 akan menghasilkan 2 mol H2O.

Mol H2O = (koefisien H2O / koefisien O2) x mol O2 = (2/1) x 2 mol = 4 mol

Jadi, massa H2O = mol x Mr = 4 mol x 18 gram/mol = 72 gram

Jadi, massa dari H2O yang dihasilkan dalam reaksi kimia tersebut adalah 72 gram.

Contoh Soal 2:

Berapa gram massa oksigen yang dibutuhkan untuk membakar sempurna 570 gram oktana?

Jawabannya:

Reaksi pembakaran oktana adalah sebagai berikut:

2C8H18 + 25O2 16CO2 + 18H2O

Massa molekul relatif senyawa:

Mr O2 = 2 x Ar O = 2 x 16 gram/mol = 32 gram/mol

Mr C8H18 = (8 x Ar C) + (18 x Ar H) = (8 x 12 gram/mol) + (18 x 1 gram/mol) = 114 gram/mol

Hitung mol dari zat yang diketahui massanya yaitu oktana (C8H18) :

Mol C8H18 = massa/Mr = 570 gram / 114 gram/mol = 5 mol

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 2 mol C8H18 akan bereaksi sempurna dengan 25 mol O2.

Mol O2 = (koefisien O2 /koefisien C8H18) x mol C8H18 = (25/2) x 5 mol = 62,5 mol

Jadi, massa O2 = mol x Mr = 62,5 mol x 32 gram/mol = 2000 gram

Jadi, massa dari O2 yang dibutuhkan dalam reaksi kimia tersebut adalah 2000 gram.

Contoh Soal 3:

Hitunglah massa magnesium klorida (MgCl2) yang dapat dihasilkan dari 17,0 gram HCl yang bereaksi dengan magnesium oksida (MgO) berlebih!

Jawabannya:

Reaksi setara antara HCl dengan MgO adalah sebagai berikut:

2HCl + MgO MgCl2 + H2O 

Massa molekul relatif senyawa:

Mr HCl = (1 x Ar H) + (1 x Ar Cl) = (1 x 1 gram/mol) + (1 x 35,5 gram/mol) = 36,5 gram/mol

Mr MgCl2 = (1 x Ar Mg) + (2 x Ar Cl) = (1 x 24 gram/mol) + (2 x 35,5 gram/mol) = 95 gram/mol

Hitung mol dari zat yang diketahui massanya yaitu asam klorida (HCl) :

Mol HCl = massa/Mr = 17 gram / 36,5 gram/mol = 0,466 mol

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 2 mol HCl akan bereaksi sempurna menghasilkan 1 mol MgCl2.

Mol MgCl2 = (koefisien MgCl2 / koefisien HCl) x mol HCl = (1/2) x 0,466 mol = 0,233 mol

Jadi, massa MgCl2 = mol x Mr = 0,233 mol x 95 gram/mol = 22,135 gram

Contoh Soal 4:

Jumlah karbon monoksida dalam sampel gas dapat ditentukan dengan menggunakan reaksi:

I2O5 + 5CO  I2 + 5CO2

Jika sampel gas membebaskan 0,384 gram I2, berapa gram CO yang ada dalam sampel?

Jawabannya:

Reaksinya sebagai berikut:

I2O5 + 5CO  I2 + 5CO2

Massa molekul relatif senyawa:

Mr CO = (1 x Ar C) + (1 x Ar O) = (1 x 12 gram/mol) + (1 x 16 gram/mol) = 28 gram/mol

Mr I2 = (2 x Ar I) = (2 x 126,9 gram/mol) = 253,8 gram/mol

Hitung mol dari zat yang diketahui massanya yaitu I2 :

Mol I2 = massa/Mr = 0,384 gram / 253,8 gram/mol = 0,001513 mol

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 5 mol CO akan bereaksi sempurna menghasilkan 1 mol I2.

Mol CO = (koefisien CO / koefisien I2) x mol I2 = (5/1) x 0,001513 mol = 0,007565 mol

Jadi, massa CO = mol x Mr = 0,007565 mol x 28 gram/mol = 0,21182 gram

Contoh Soal 5:

Hitung berat besi yang harus direaksikan dengan 18 g uap air menjadi oksidanya (Fe3O4)!

Jawabannya:

Reaksinya setara dari reaksi besi dan uap air menjadi oksidanya adalah sebagai berikut:

3Fe + 4H2O Fe3O4 + 4H2

Massa molekul relatif senyawa:

Mr H2O = (2 x Ar H) + (1 x Ar O) = (2 x 1 gram/mol) + (1 x 16 gram/mol) = 18 gram/mol

Ar Fe = 56 gram/mol

Hitung mol dari zat yang diketahui massanya yaitu H2O :

Mol H2O = massa/Mr = 18 gram / 18 gram/mol = 1 mol

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 3 mol Fe akan bereaksi sempurna dengan 4 mol H2O.

Mol Fe = (koefisien Fe / koefisien H2O) x mol H2O = (3/4) x 1 mol = 0,75 mol

Jadi, massa Fe = mol x Ar = 0,75 mol x 56 gram/mol = 42 gram

Contoh Soal 6:

Hitung endapan perak yang diperoleh dari pemanasan 2,76 g Ag2C03!

Jawabannya:

Reaksinya setara dari reaksi pemanasan Ag2CO3 adalah sebagai berikut:

Ag2CO3  2Ag + CO2 + 1/2O2

Massa molekul relatif senyawa:

Mr Ag2CO3 = (2 x Ar Ag) + (1 x Ar C) + (3 x Ar O)= (2 x 108 gram/mol) + (1 x 12 gram/mol) + (3 x 16 gram/mol) = 276 gram/mol

Ar Ag = 108 gram/mol

Hitung mol dari zat yang diketahui massanya yaitu Ag2CO3 :

Mol Ag2CO3 = massa/Mr = 2,76 gram / 276 gram/mol = 0,01 mol

Dari reaksi di atas, berdasarkan koefisien reaksi ditunjukkan bahwa 1 mol Ag2CO3 akan bereaksi sempurna menghasilkan 2 mol Ag.

Mol Ag = (koefisien Ag / koefisien Ag2CO3) x mol Ag2CO3 = (2/1) x 0,01 mol = 0,02 mol

Jadi, massa Ag = mol x Ar = 0,02 mol x 108 gram/mol = 2,16 gram

Featured Post

Simulator Hidrolisis Garam: Praktikum Virtual Uji Lakmus

Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa larutan garam dapur (NaCl) rasanya asin tapi tidak berbahaya bagi kulit, sedangkan larutan pe...